Uni Eropa dilaporkan akan memperluas aturan 'Made in EU' ke kendaraan buatan Inggris, Jepang, dan Korea Selatan sebagai upaya melawan dominasi mobil China.
Uni Eropa dikabarkan akan memperluas aturan 'Made in EU' ke kendaraan yang diproduksi di Inggris, Jepang, dan Korea Selatan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya blok tersebut melindungi industri mobil Eropa dari ancaman merek China.
>>> Pertamina Lubricants Perluas Jaringan Enduro Service, Kini Ada di SPBU Jalan A. Yani Bekasi
Aturan baru ini termuat dalam Industrial Accelerator Act yang digagas Komisi Eropa. Awalnya, insentif hanya diperuntukkan bagi pabrikan Eropa, namun kini diperluas ke negara mitra tepercaya.
Insentif untuk Mobil Perusahaan
Sebagian besar kerangka 'Made in EU' berfokus pada mobil perusahaan dan armada korporat. Sekitar 60 persen kendaraan baru yang terdaftar di kawasan itu dibeli oleh bisnis.
>>> The Legend Continues: Rifat Sungkar dan El Mayka Ukir Sejarah di Kejurnas Sprint Rally 2026
Kendaraan yang memenuhi syarat akan mendapatkan keuntungan pajak, termasuk keringanan pajak mobil perusahaan. Hal ini menjadi kabar baik bagi pabrikan di Inggris, Jepang, dan Korea Selatan.
>>> Zeekr 9X Kuasai Segmen SUV Premium China Selama Tujuh Bulan
Perubahan ini bisa menjadi penyelamat bagi industri mobil Inggris yang terpuruk sejak Brexit. Nissan sebelumnya mengancam akan menutup pabrik di Sunderland jika aturan 'Buy European' diterapkan ketat.
Dengan dimasukkannya negara mitra, Nissan mungkin bertahan di Inggris.
>>> BYD Target Jadi Produsen Mobil Terbesar Dunia dalam Lima Tahun
Handelsblatt melaporkan bahwa pabrikan besar meyakinkan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen untuk tidak membahayakan rantai pasok yang terintegrasi.
