BYD mematenkan sistem visi bawah mobil yang mampu mendeteksi keberadaan makhluk hidup di bawah kendaraan yang diparkir, menggunakan metode perbandingan gambar dasar.
Lingkungan bawah kendaraan mengandung bayangan, kondisi pencahayaan yang berubah, kotoran jalan, akumulasi debu, dan permukaan tanah yang bervariasi.
>>> Ford Luncurkan Mondeo Sport Hybrid dengan Tenaga 308 HP dan Jarak Tempuh 915 km
Sistem deteksi gerakan tradisional sering kesulitan membedakan antara perubahan lingkungan yang tidak berbahaya dan gerakan biologis yang sebenarnya.
Pendekatan perbandingan gambar dasar BYD secara efektif menciptakan peta referensi yang disesuaikan untuk setiap kendaraan yang diparkir.
Alih-alih hanya mengandalkan klasifikasi objek, sistem pertama-tama mengidentifikasi perubahan lingkungan dan kemudian menerapkan algoritma pengenalan untuk menentukan apakah perubahan tersebut sesuai dengan hewan, manusia, atau target hidup lainnya.
Arsitektur dua tahap ini meningkatkan spesifisitas deteksi sekaligus mengurangi positif palsu yang dihasilkan oleh objek statis.
Bagian dari Strategi Pemantauan Kendaraan yang Lebih Luas
Paten ini bukanlah pengembangan yang terisolasi.
BYD baru-baru ini mengungkapkan penemuan lain untuk mendeteksi penumpang yang tertinggal di dalam kendaraan menggunakan data respons saluran radar, fitur domain frekuensi, dan analisis sudut kedatangan.
Kedua sistem tersebut menangani sisi kendaraan yang berlawanan.
Satu memantau penumpang yang tertinggal di dalam kabin, sementara paten baru berfokus pada organisme hidup yang berada di bawah kendaraan.
>>> Nissan 240SX SE 1996 dengan 9.500 Mil, S14 Terawat yang Selamat dari Drift
Strategi ini menunjukkan bahwa BYD sedang membangun ekosistem penginderaan yang lebih luas yang menggabungkan visi komputer, pemrosesan radar, dan pemantauan cerdas.
