Chrysler akan menggunakan platform global STLA One untuk melahirkan tiga crossover baru: Airflow, Arrow, dan Arrow Cross. Platform ini memberi kebebasan desain lebih besar dan menargetkan segmen harga $25.000-$35.000.
Chrysler akhirnya memiliki alat untuk keluar dari keterpurukan. Stellantis memperkenalkan platform global bernama STLA One yang akan menjadi fondasi kebangkitan merek tersebut.
Platform ini memberikan kebebasan lebih bagi desainer dan insinyur. Selama bertahun-tahun, Chrysler hanya mengandalkan arsitektur lama dari sedan 300 dan minivan.
>>> GM Ingin EV Anda Bantu Jaringan Listrik, Tapi Biaya Peralatannya Rp 300 Juta
Tiga Crossover untuk Mengisi Lineup
Model pertama yang menggunakan STLA One di Amerika Utara adalah Airflow crossover yang sudah lama dinantikan. Meski tanggal peluncuran belum diumumkan, Airflow dipercaya menjadi ujung tombak kebangkitan Chrysler.
Dua crossover yang lebih kecil, Arrow dan Arrow Cross, juga akan menyusul. Keduanya berbagi basis dengan produk Fiat di luar negeri, yaitu Grizzly dan Grizzly Fastback.
Ketiga model itu akan menawarkan pilihan mesin bensin, mild-hybrid, dan listrik penuh. Harga jualnya diproyeksikan berada di kisaran $25.000 hingga $35.000.
>>> Ford Mustang Jadi Mobil Paling Jarang Dikendarai di AS, Tapi Ada Catatannya
Tim Kuniskis, kepala merek Stellantis Amerika, mengatakan strategi ini menyasar pembeli yang mengutamakan fungsionalitas dan kepraktisan. Kelompok itu mencakup sekitar 35 persen pasar.
“Keputusan pembelian yang didasarkan pada kepraktisan harus mengutamakan keterjangkauan,” ujar Kuniskis kepada investor pada Mei lalu.
Irina Zavatski, wakil presiden desain Chrysler, menyebut STLA One memberikan fleksibilitas yang sebelumnya tidak dimiliki. Platform ini membantu mendorong bahasa desain dan proporsi yang lebih baik.
