General Motors menambah 50 robot kolaboratif di pabrik Factory Zero, Detroit, tak lama setelah memangkas lebih dari 1.000 pekerja. Serikat pekerja menilai langkah ini mengancam lapangan kerja.
GM mengonfirmasi puluhan unit cobot telah ditambahkan baru-baru ini sebagai bagian dari strategi otomatisasi yang lebih luas.
Pabrik Factory Zero sebelumnya dikenal sebagai situs Detroit-Hamtramck yang direnovasi untuk memproduksi kendaraan listrik (EV).
>>> Dacia Spring Generasi Baru Diproduksi di Eropa, Harga Naik
Namun, permintaan EV di AS melambat sehingga produksi di pabrik itu sempat dihentikan sementara beberapa kali. Hal ini menyebabkan pengurangan shift dan PHK massal.
Dampak Otomatisasi
Profesor Wayne State University, Marick Masters, mengatakan jumlah jam kerja yang dibutuhkan untuk membuat satu kendaraan telah turun 50-70 persen sejak 1980-an.
Ia menyebut otomatisasi sebagai tren disruptif yang dampak penuhnya belum jelas.
Presiden UAW Shawn Fain menyebut isu ini akan menjadi topik penting dalam negosiasi kontrak 2028.
“Kita sedang mengalami revolusi teknologi paling mendalam seumur hidup dengan kecerdasan buatan, robot humanoid, dan otomatisasi massal,” ujar Fain.
>>> Honda N-Box Facelift: Kei Car Terlaris Jepang Dapat Pembaruan
Ia menambahkan bahwa ancaman ini nyata bagi cara hidup, ekonomi, dan sistem politik. “Kita sedang dalam perjuangan untuk kemanusiaan,” tegasnya.
