Forward Collision Mitigation (FCM) adalah fitur keselamatan aktif Mitsubishi yang mendeteksi risiko tabrakan depan, memberi peringatan, hingga mengerem otomatis. Kenali cara kerja, manfaat, dan keterbatasannya.
Otomotif1.com, Jakarta, 20 Juni 2026 l – Keselamatan menjadi aspek paling krusial dalam berkendara, apalagi di tengah kepadatan lalu lintas perkotaan yang dinamis dan sering berubah. Menjawab kebutuhan tersebut, Mitsubishi Motors menghadirkan teknologi keselamatan aktif bernama Forward Collision Mitigation (FCM) sebagai bagian dari rangkaian sistem keamanan canggih bernama Diamond Sense.
Fitur ini dirancang khusus untuk mengurangi risiko tabrakan dari arah depan dan memberikan perlindungan tambahan bagi pengemudi serta penumpang.
FCM bekerja mengandalkan kombinasi sensor radar dan kamera yang terpasang secara strategis di bagian depan kendaraan, tepatnya di area gril dan atas kaca depan. Sistem ini secara terus-menerus memantau kondisi jalan dan mendeteksi keberadaan kendaraan lain, sepeda motor, atau objek penghalang di jalur perjalanan.
Berikut adalah alur kerja sistem FCM secara rinci:
- Deteksi Objek di Depan: Sensor memindai lingkungan secara real-time untuk mengukur jarak dan kecepatan relatif terhadap objek di depan.
- Peringatan Dini: Jika jarak dianggap terlalu dekat dan berpotensi menimbulkan benturan, sistem akan mengeluarkan peringatan visual di panel instrumen serta bunyi peringatan agar pengemudi segera bereaksi.
- Pengereman Otomatis: Apabila pengemudi tidak memberikan respons atau terlambat menginjak rem, FCM akan mengaktifkan sistem pengereman secara otomatis untuk memperlambat kendaraan atau bahkan menghentikannya sepenuhnya.
- Pengurangan Dampak: Jika tabrakan tetap tidak dapat dihindari, sistem tetap berfungsi meminimalkan kekuatan benturan agar risiko kerusakan dan cedera dapat ditekan serendah mungkin.
