otomotif1.com

Baterai Solid-State: Elektrolit CAS Perpanjang Siklus Hidup dengan Retensi 84,2%

Baterai Solid-State: Elektrolit CAS Perpanjang Siklus Hidup dengan Retensi 84,2%
Peneliti menguji elektrolit baterai solid-state di laboratorium

Tim Chinese Academy of Sciences mengembangkan elektrolit komposit organik-anorganik yang memperpanjang siklus hidup baterai solid-state, dengan retensi kapasitas 84,2% setelah 350 siklus.

Ukuran teks

Volume Pasar Baterai Saat Ini

Sementara teknologi solid-state masih dalam tahap laboratorium, pasar saat ini masih didominasi oleh baterai lithium iron phosphate (LFP).

Data China EV DataTracker menunjukkan CATL memimpin segmen dengan 23,12 GWh, menguasai pangsa pasar 40,1%.

BYD berada di posisi kedua dengan 11,87 GWh atau 20,6% pangsa pasar.

Produsen tier kecil terus memperluas jejak mereka: Gotion High-tech mencatat 4,43 GWh (7,7%), diikuti Calb 3,67 GWh, dan Eve Energy 3,16 GWh.

>>> Daihatsu Midget II Lelang, Kei Truck Ikonik dari Gran Turismo

Rept Battero Energy mencapai 2,63 GWh, sementara Zenergy dan Sunwoda masing-masing 2,25 GWh dan 2,14 GWh.

Energee mencatat 1,82 GWh dan Yinpai Battery 0,82 GWh untuk melengkapi sepuluh besar produsen.

Volume produksi ini menunjukkan bahwa strategi jangka pendek akan bergantung pada kimia tradisional, sementara inovasi elektrolit alternatif terus dikembangkan.

Terobosan material komposit canggih secara bertahap akan menentukan pangsa pasar masa depan seiring integrasi kendaraan premium.

Detail Pengujian dan Performa

Pengukuran laboratorium mengonfirmasi bahwa elektrolit sintetis mencapai konduktivitas ionik suhu ruang optimal sebesar 2,73 × 10⁻⁴ S/cm, angka transfer ion litium tinggi 0,90, dan jendela elektrokimia melebihi 4,78 V.

Evaluasi mekanis menunjukkan modulus Young 892,53 MPa untuk melindungi struktur internal sel.

Dalam konfigurasi sel simetris, kerangka ini beroperasi stabil selama lebih dari 2.500 jam pada kepadatan arus 0,1 mA/cm².

Halaman 2 dari 3: 1 2 3

Update Terbaru

Lihat semua