otomotif1.com

Utang Mobil AS Capai Rp27.000 Triliun, Repo Kembali ke Level Resesi

Utang Mobil AS Capai Rp27.000 Triliun, Repo Kembali ke Level Resesi
Mobil yang disita karena gagal bayar utang di Amerika Serikat

Utang mobil di AS mencapai $1,7 triliun, memicu gelombang penarikan kendaraan (repo) yang mendekati level Resesi Besar. Beban pembayaran bulanan yang tinggi menjadi penyebab utama.

Ukuran teks

Ketika anggaran rumah tangga mengetat, peminjam yang semula lolos seleksi kredit pun bisa kesulitan.

>>> Denza N8L Facelift Meluncur di China: Jarak Tempuh Listrik 430 km dan Flash Charging

Peminjam Subprime Paling Terpukul

Tingkat kredit macet di kalangan peminjam subprime mencapai level tertinggi sejak 2010. Banyak dari mereka bergantung pada perusahaan pembiayaan independen atau dealer buy-here-pay-here yang menerapkan bunga tinggi.

Lender ini sering mewajibkan pembayaran mingguan atau dua kali sebulan. Dalam beberapa kasus, satu kali pembayaran terlewat saja bisa memicu perintah penarikan kendaraan.

Bagi banyak rumah tangga, kehilangan mobil berarti kehilangan akses ke pekerjaan, pendidikan, layanan kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari.

Seperti dicatat National Consumer Law Center, "bagi mereka yang berpenghasilan rendah atau tinggal di daerah pedesaan, kelangsungan hidup sering bergantung pada ketersediaan mobil."

>>> Bos Baru Mitsubishi Ingin Lancer Evo Kembali, Tapi Jangan Berharap Dulu

Pembeli yang ingin menghindari repo semakin kehabisan pilihan. Sampai keterjangkauan membaik, konsumen harus menyesuaikan diri karena lender dan produsen mobil tampaknya belum akan mengubah pasar.

Halaman 2 dari 2: 1 2

Update Terbaru

Lihat semua