Utang mobil di AS mencapai $1,7 triliun, memicu gelombang penarikan kendaraan (repo) yang mendekati level Resesi Besar. Beban pembayaran bulanan yang tinggi menjadi penyebab utama.
Penarikan kendaraan (repossession) di Amerika Serikat kembali mendekati level yang terakhir terlihat selama Resesi Besar 2007-2009. Hal ini dipicu oleh utang mobil yang mencapai sekitar $1,7 triliun.
Data menunjukkan bahwa tren ini lebih disebabkan oleh masalah keterjangkauan (affordability) daripada perilaku peminjam yang ceroboh.
>>> BYD Denza Luncurkan N8L PHEV Terbaru dengan Flash Charging 728 kW dan Jarak Tempuh 430 km
Laporan dari The New Yorker mengungkap banyak kisah dramatis di balik fenomena ini.
Beban Pembayaran Bulanan Makin Berat
Hanya dua dari sepuluh mobil baru dan empat dari sepuluh mobil bekas dibeli secara tunai. Sisanya dibiayai melalui kredit.
Harga rata-rata mobil baru tahun lalu menembus $50.000.
Sejak 2019, rata-rata pembayaran bulanan untuk mobil naik sekitar $300. Sekitar satu dari lima pembeli mobil baru kini memiliki cicilan bulanan di atas $1.000.
>>> Lexus GX 460: SUV V8 Bekas Incaran Pemburu yang Ingin Hindari Masalah Air Suspension
Lender menawarkan tenor pinjaman hingga 96 bulan. Pinjaman delapan tahun yang dulu jarang kini menjadi umum karena konsumen berusaha membuat mobil mahal tampak terjangkau.
Namun, memperpanjang tenor tidak menurunkan biaya kepemilikan; justru sering kali meningkatkannya. Premi asuransi, biaya perbaikan, harga suku cadang, dan harga bahan bakar yang fluktuatif turut memperberat beban.
Akibat perang di Iran, harga bensin di beberapa daerah sempat menembus $5 per galon, sementara solar lebih mahal lagi.
