Honda, Nissan, dan Mitsubishi berencana menggunakan unit kontrol elektronik (ECU) yang sama pada model generasi mendatang untuk menekan biaya dan bersaing dengan merek China serta Tesla.
Tiga pabrikan Jepang, Honda, Nissan, dan Mitsubishi, dikabarkan akan menggunakan unit kontrol elektronik (ECU) yang sama pada model generasi berikutnya.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi efisiensi biaya di tengah persaingan ketat pasar otomotif global.
>>> 2026 Mazda CX-70 PHEV: Pilihan Cerdas Dibanding Lexus RX Mewah
ECU Bersama untuk Model Hybrid dan Listrik
ECU baru tersebut akan mencakup fungsi mengemudi otonom dan sistem hiburan dalam kendaraan untuk mobil yang didefinisikan perangkat lunak (SDV).
Komponen ini akan digunakan pada model hybrid dan listrik dari ketiga merek.
Meski detail kesepakatan masih perlu dimatangkan, sumber menyebutkan bahwa perjanjian bisa tercapai dalam hitungan minggu.
>>> Motor Sport dengan Keandalan Yamaha dan Kenyamanan BMW
Kerangka pengembangan dan pengadaan masih perlu diselesaikan, menurut laporan Nikkei Asia.
Harapannya, pengadaan komponen bersama akan membantu Honda, Nissan, dan Mitsubishi mengurangi biaya dan bersaing dengan merek China serta Tesla.
Berbagi ECU mungkin baru permulaan. Honda dan Nissan juga dipertimbangkan untuk menyatukan perangkat lunak dan sistem operasi kendaraan di masa depan.
Kolaborasi Lebih Luas Meski Merger Gagal
Honda dan Nissan nyaris bergabung sekitar 18 bulan lalu, namun kesepakatan itu gagal di menit-menit akhir.
>>> Volvo V70 XC: Wagon Lawas yang Awet dan Murah Dibanding Saingan Jerman
Meski demikian, kedua pabrikan tetap bekerja sama dalam beberapa proyek.
Selama enam bulan terakhir, mereka menjajaki kemitraan produksi bersama di Amerika Utara, meskipun kesepakatan belum final.
Kemitraan itu bisa mencakup pasokan truk pikap dari Nissan untuk Honda dan Mitsubishi, serta kolaborasi pengembangan kendaraan besar di masa depan.
>>> Veteran Angkatan Laut Gugat Apartemen Rp4 Miliar Usai Aston Martin Dicuri
Menurut laporan Maret, Nissan akan memproduksi truk pikap Honda di pabrik Canton Assembly yang saat ini tidak beroperasi penuh.
