Mazda MX-5 Miata membuktikan bahwa kesenangan berkendara tidak diukur dari tenaga besar, melainkan dari keseimbangan, ringan, dan keterlibatan pengemudi. Lebih masuk akal dari rival sekelasnya.
Mengapa Rival Sering Terasa Kurang Spesial Meski Harga Lebih Tinggi
Selama masa hidup Miata, teknologi mobil mengalami kemajuan besar. Persyaratan keselamatan menambah bobot pada sebagian besar mobil, termasuk Miata.
Perkembangan lain seperti turbocharging, sistem adaptif, dan transmisi otomatis membuat mobil lebih bertenaga dan lebih cepat.
Saat Miata pertama kali hadir, transmisi manual dianggap unggul untuk akselerasi dan efisiensi bahan bakar. Kini, transmisi otomatis digunakan di hampir semua situasi.
Komputerisasi memungkinkan transmisi otomatis berpindah lebih cepat, meningkatkan performa, tetapi menghilangkan aspek menyenangkan dan melibatkan yang membuat pengemudi merasa menjadi partisipan, bukan sekadar penumpang.
Porsche 718 Cayman menghasilkan 300, 350, atau 394 hp, dengan akselerasi 0-60 dalam 3,9-4,4 detik dan top speed hingga 188 mph.
BMW Z4 menghasilkan 255 atau 382 hp, akselerasi 0-60 dalam 3,5 atau 5,1 detik, dan top speed 152 mph.
Keduanya menyenangkan di lintasan, tetapi bukan mobil yang dinikmati dalam berkendara sehari-hari.
Mazda MX-5 Miata tidak sebanding dengan Porsche atau BMW dalam hal tenaga dan kecepatan.
Versi 2026 menghasilkan 181 hp dan 151 lb-ft torsi, dengan transmisi manual enam percepatan, akselerasi 0-60 dalam 5,5 detik, dan top speed 139 mph.
Meski terbatas, Miata menawarkan performa yang dapat dinikmati di hampir setiap jalan.
>>> Hyundai Tucson Hybrid: SUV Efisien yang Jadi Tolok Ukur, Bukan Toyota atau Honda
