JLR menjalin kemitraan dengan Stellantis untuk memproduksi Defender di AS. Spekulasi muncul mengenai model baru yang lebih sederhana dan tangguh untuk bersaing dengan Ford Bronco atau SUV premium mewah.
Jaguar Land Rover (JLR) baru-baru ini menandatangani kesepakatan dengan Stellantis yang memungkinkan kendaraan bermerek Defender diproduksi di pabrik Stellantis di Amerika Serikat.
Langkah ini diambil untuk menghindari tarif impor sekaligus menjawab permintaan pasar AS yang terus tumbuh.
>>> BMW X5 xDrive50e: SUV PHEV Mewah dengan Jangkauan Listrik Hingga 56 Mil
Dalam presentasi kepada investor, eksekutif JLR mengungkapkan bahwa varian Defender yang dikembangkan dengan teknologi Stellantis dapat membantu perusahaan "memasuki segmen yang berdekatan" yang saat ini belum mereka masuki.
Namun, detail produk tersebut masih dirahasiakan, memicu berbagai spekulasi.
Spekulasi Model Defender Baru
Salah satu teori yang dikemukakan oleh Automotive News adalah bahwa JLR mungkin meluncurkan Defender yang lebih sederhana dan lebih tangguh, yang secara langsung menantang kendaraan off-road seperti Ford Bronco dan Ineos Grenadier.
Defender versi stripped-back yang diposisikan di bawah model saat ini dinilai masuk akal.
>>> Harley-Davidson Pan America 1250: Motor Petualang yang Membungkam Skeptis
Stellantis memiliki platform body-on-frame, keahlian off-road yang serius, dan portofolio SUV tangguh yang terus berkembang.
Defender yang lebih terjangkau bisa memberikan Land Rover kesempatan untuk menarik pelanggan yang saat ini mempertimbangkan Bronco, Wrangler, atau Grenadier.
Varian pikap—yang tidak ditawarkan oleh Defender saat ini—juga menjadi spin-off yang logis untuk pasar Amerika.
Namun, ada kemungkinan lain. Stellantis sedang mempersiapkan Ram Ramcharger SUV yang akan diluncurkan akhir dekade ini.
