Recall Toyota Tundra V6 memicu kekhawatiran baru. Software patch yang diterapkan untuk mendiagnosis mesin justru mengubah respons throttle dan performa, berdampak pada nilai jual kembali.
Recall Toyota Tundra V6 yang mencakup hingga 270.000 unit Tundra dan Sequoia awalnya bertujuan mengatasi potensi kegagalan mesin.
Namun, pemilik kini menghadapi masalah baru: pembaruan software yang diterapkan justru mengubah karakter berkendara truk mereka.
>>> CFMoto 675NK: Motor Underrated yang Layak Dibeli
Alih-alih mengganti semua mesin yang terkena dampak, Toyota mengembangkan tes frekuensi resonansi berbasis software untuk menentukan mesin mana yang perlu diganti.
Truk yang lolos tes hanya mendapat pembaruan software, sementara yang gagal mendapat mesin baru.
Masalahnya, pembaruan software tersebut bukan sekadar diagnostik netral.
Pemilik melaporkan perubahan pada pemetaan throttle dan parameter manajemen mesin yang mengubah respons truk saat di bawah beban.
Meski tidak ada penurunan tenaga drastis di atas kertas, pengalaman berkendara terasa berbeda.
Dampak pada Nilai Jual Kembali
Bagi pemilik yang berencana menjual atau menukar Tundra mereka, situasi ini menjadi pukulan.
>>> Honda Accord: Sedan Jepang yang Diam-diam Mengalahkan BMW dan Mercedes dengan Harga Setengahnya
Recall V35A sudah diketahui di pasar truk bekas, dan truk yang hanya mendapat patch software berada dalam posisi ambigu.
Pembeli potensial cenderung meragukan kendaraan yang telah diubah performanya oleh pabrikan.
Beberapa pemilik melaporkan kerugian nilai jual hingga ribuan dolar.
Dealer dan pembeli swasta memberikan diskon lebih besar untuk truk yang telah di-patch dibandingkan yang mendapat mesin baru.
