Toyota mencatat penurunan penjualan global keempat berturut-turut pada Mei 2026, dengan penjualan di China ambles 31,7% akibat harga bensin tinggi.
Toyota kembali mencatat penurunan penjualan global pada Mei 2026. Ini adalah bulan keempat berturut-turut di mana angka penjualan merosot.
Secara total, Toyota menjual 834.729 kendaraan di seluruh dunia pada Mei. Angka itu turun 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
>>> Suzuki Hayabusa: Motor Sport yang Membuat Kecepatan Terasa Mudah
Penurunan paling tajam terjadi di China. Penjualan Toyota di negara tersebut ambles 31,7% year-on-year menjadi hanya 102.299 unit.
Toyota menyalahkan harga bensin yang tinggi di China sebagai penyebab utama. Perusahaan menyebut kondisi pasar di sana sangat menantang.
Sepanjang Januari hingga Mei, Toyota hanya menjual 579.419 kendaraan di China. Angka itu 15% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Asia, Timur Tengah, dan Oseania Ikut Tertekan
Penjualan Toyota di kawasan Asia secara keseluruhan turun 17,2% pada Mei menjadi 224.366 unit.
Selain China, negara lain seperti Filipina turun 13,4%, Malaysia turun 18,2%, dan Pakistan turun 24,7%.
>>> Acura RDX: SUV Lebih Luas, Lebih Bertenaga, dan Lebih Murah dari Mercedes GLC
Di Timur Tengah, penjualan Toyota merosot 38,6% menjadi 29.568 unit. Perang di Iran disebut sebagai faktor yang mempengaruhi.
Toyota mengirimkan 500.000 hingga 600.000 kendaraan per tahun ke Timur Tengah. Akibat situasi terkini, hampir setengah dari volume itu diperkirakan terdampak.
Penjualan di Oseania juga turun 26% menjadi 21.061 unit pada Mei. Meski demikian, angka itu sedikit lebih baik dibandingkan April yang mencapai 19.651 unit.
