Toyota mencatat penurunan penjualan global keempat berturut-turut pada Mei 2026, dengan penjualan di China ambles 31,7% akibat harga bensin tinggi.
Dengan menggabungkan anak perusahaan Daihatsu, total penjualan global Toyota turun 7,4% menjadi 885.207 unit. Produksi juga turun 5,8% menjadi 857.765 unit.
Penurunan penjualan berdampak pada laba.
Toyota kini memproyeksikan laba operasional sebesar 3 triliun yen ($18,8 miliar) hingga Maret 2027, di bawah estimasi dan laba tahun lalu yang mencapai 3,8 triliun yen ($23,4 miliar).
>>> Dua Motor Sleeper 1990-an dan 2000-an yang Diburu Kolektor
Pasar Utama Lain Relatif Stabil
Di Amerika Utara, penjualan Toyota hanya turun 0,1% year-on-year pada Mei menjadi 280.539 unit. Angka itu meningkat dibandingkan April yang mencapai 261.979 unit.
Di Amerika Serikat, penjualan Toyota turun tipis 0,6% menjadi 238.800 unit.
Toyota sebagian menyalahkan transisi ke generasi baru RAV4, meskipun permintaan untuk hybrid dan EV terus tumbuh.
Di Eropa, penjualan Toyota turun 0,3% pada Mei menjadi 99.597 unit. Angka tersebut relatif stabil dibandingkan tahun lalu.
Jepang Justru Tumbuh
Satu-satunya pasar besar yang mencatat pertumbuhan adalah Jepang. Penjualan Toyota di dalam negeri naik 11,1% pada Mei dibandingkan 118.381 unit tahun lalu.
>>> Volkswagen Golf R vs. Toyota GR Corolla: Hot Hatch Mana yang Lebih Unggul?
Meski tumbuh, angka penjualan Mei masih jauh di bawah April yang mencapai 149.924 unit. Namun, Jepang menjadi pengecualian di tengah tren penurunan global.
