Aston Martin akan tetap menggunakan mesin V12 hingga 2035 dengan membatasi penjualan di bawah 1.000 unit per tahun. Perusahaan juga mengembangkan platform modular baru untuk efisiensi.
Mobil sport dan SUV akan berbagi lebih banyak komponen dan diproduksi di jalur perakitan yang sama.
Aston Martin kini memperkirakan mobil listriknya akan hadir pada tahun 2030-an, bukan akhir dekade ini. Untuk saat ini, mesin pembakaran tetap menjadi pusat rencana perusahaan.
>>> Panduan Memilih Mobil Listrik Toyota 2026: PHEV vs EV
Hallmark mengatakan perubahan aturan emisi serta biaya, bobot, dan kompleksitas plug-in hybrid membuat teknologi itu tidak lagi masuk akal bagi Aston Martin.
"Kami tidak delusional, kami pragmatis," tambahnya.
Alih-alih plug-in, pabrikan akan mengandalkan sistem mild-hybrid 48 volt yang meningkatkan efisiensi, mendukung turbocharger elektrik, menyalakan fungsi tambahan, dan memungkinkan mesin mati dalam kondisi tertentu.
Di luar powertrain, Aston Martin berharap dapat meningkatkan efisiensi di berbagai bidang bisnis. Platform baru harus mengurangi biaya dan kompleksitas.
>>> Indian Pursuit 112: Kenyamanan Mobil dan Performa Jalan Raya dalam Satu Motor Touring
Merek ini bermaksud memanfaatkan setiap peluang untuk menyederhanakan produksi tanpa kehilangan keistimewaan Aston.
