Aston Martin akan tetap menggunakan mesin V12 hingga 2035 dengan membatasi penjualan di bawah 1.000 unit per tahun. Perusahaan juga mengembangkan platform modular baru untuk efisiensi.
Aston Martin tengah mengembangkan arsitektur modular baru untuk kendaraan masa depannya. Rencana plug-in hybrid ditinggalkan dan digantikan dengan mild-hybrid.
Mesin V12 ikonik pabrikan Inggris itu masih bisa bertahan hingga 2035. Syaratnya, penjualan mobil dengan mesin 12 silinder tersebut harus di bawah 1.000 unit per tahun.
>>> 10 Motor Naked yang Bikin Riding Harian Makin Seru
"Kami telah melakukan beberapa pekerjaan untuk membuat V12 memenuhi peraturan Eropa dan AS," ujar CEO Aston Martin Adrian Hallmark kepada Auto Express.
"Jika penjualan V12 kami tetap di bawah 1.000 per tahun, maka kami dibebaskan dari legislasi hingga setidaknya 2035."
Pengecualian itu memungkinkan Aston Martin mempertahankan mesin V12 hampir satu dekade lebih lama dari yang diizinkan regulasi. Strateginya adalah mengorbankan volume demi kebebasan memproduksi mesin dua belas silinder.
Platform Modular Baru
Perubahan ini terjadi saat Aston Martin berusaha menyederhanakan bisnis, meningkatkan profitabilitas, dan menjaga mobilnya tetap unik.
>>> BMW R 1300 RT: Motor Touring Ideal untuk Penggunaan Sehari-hari
Platform baru diharapkan menjadi basis untuk semua model, mulai dari grand tourer, SUV, hingga mobil halo bermesin tengah.
Hallmark menggambarkan arsitektur yang akan datang sebagai "revolusioner". Platform ini akan menggabungkan sistem powertrain, elektronik, kursi, pengatur suhu, dan sasis yang benar-benar baru.
Platform modular ini dirancang untuk mengakomodasi berbagai gaya bodi dan bahkan kendaraan listrik baterai di masa depan.
