Peneliti China ciptakan baterai sodium yang bisa terisi penuh hanya dalam 4 menit. Teknologi ini menggunakan gel elektrolit quasi-solid untuk mencegah dendrit dan meningkatkan keamanan.
Para peneliti dari Chinese Academy of Sciences berhasil mengembangkan baterai sodium metal yang mampu terisi penuh hanya dalam waktu empat menit.
Kecepatan ini setara dengan waktu yang dibutuhkan untuk menikmati secangkir kopi.
>>> Jalan Musik di AS: Hadiah untuk Pengemudi yang Patuh Batas Kecepatan
Baterai ini menggunakan gel elektrolit quasi-solid single-ion yang mencegah pertumbuhan dendrit—kristal tajam yang biasanya menyebabkan korsleting pada baterai konvensional.
Desain ini menjaga konduktivitas listrik sekaligus stabilitas struktural pada tingkat molekuler.
Keunggulan Baterai Sodium Dibandingkan Lithium
Baterai sodium menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan lithium-ion tradisional. Pertama, bahan baku sodium jauh lebih melimpah dan murah.
Kedua, baterai ini memiliki stabilitas termal yang lebih baik sehingga mengurangi kebutuhan sistem pendingin.
>>> GMC Hummer EV Edisi 25 Tahun: ICON | 25 Hadir dengan Warna Kuning Ikonik
Selain kecepatan pengisian yang luar biasa, baterai ini juga mempertahankan kapasitas energi selama bertahun-tahun tanpa degradasi signifikan.
Ini berbeda dengan baterai lithium-ion yang umumnya mulai menurun kapasitasnya setelah beberapa tahun pemakaian.
Tantangan Adopsi Baterai Sodium
Meskipun menjanjikan, baterai sodium masih menghadapi beberapa tantangan.
Ion sodium memiliki radius fisik lebih besar dan berat atom lebih tinggi dibandingkan lithium, sehingga kepadatan energi gravimetriknya lebih rendah.
Artinya, untuk mencapai jarak tempuh yang sama, baterai sodium harus lebih berat.
