Depresiasi mobil listrik di AS sangat tajam, terutama model mewah. Berikut 10 EV dengan penurunan nilai terbesar dalam lima tahun berdasarkan data iSeeCars, CarEdge, dan Edmunds.
Depresiasi menjadi masalah serius bagi pemilik mobil listrik di Amerika Serikat. Model-model mewah kehilangan lebih dari setengah nilai awalnya hanya dalam tiga tahun.
Penyebab utamanya adalah perkembangan baterai dan perangkat lunak yang cepat, pemotongan harga pabrikan, serta banjir mobil sewaan di pasar bekas.
>>> 2027 Suzuki Hayabusa: Perubahan Mesin, Elektronik, dan Sasis
Kekhawatiran pembeli terhadap degradasi baterai dan biaya penggantian juga menekan permintaan.
Sepuluh EV dengan Depresiasi Tertinggi
Berikut daftar mobil listrik yang mengalami depresiasi terbesar dalam lima tahun, berdasarkan data iSeeCars, CarEdge, dan Edmunds.
1. 2023 BMW i7 – 76,2%
BMW i7 2023 kehilangan 76,2% nilainya dalam lima tahun. Harga pasar bekas berkisar $49.000–$85.000, turun dari MSRP $119.300.
iSeeCars memberi skor retensi nilai 6,0/10.
2. 2024 BMW i5 – 73,1%
BMW i5 2024 mengalami depresiasi 73,1%. Nilai jual kembali sekitar $18.072, dengan harga baru mulai $66.800.
Skor retensi nilai dari iSeeCars adalah 6,2/10.
3. 2022 Mercedes-Benz EQS Sedan – 72,5%
Mercedes-Benz EQS Sedan 2022 kehilangan 72,5% nilainya. Depresiasi rata-rata $75.667, menyisakan nilai $28.733.
>>> Ford Peringatkan AS Tak Bisa Selamanya Halau Mobil China
iSeeCars memberi skor 6,2/10.
4. 2022 Audi e-tron GT – 71,4%
Audi e-tron GT 2022 terdepresiasi 71,4%. Kerugian rata-rata $105.048, dengan nilai sisa $37.118.
Skor retensi nilai 6,3/10.
