Mesin GM 3800 V-6 generasi kedua dan ketiga dikenal mampu bertahan hingga 400.000 mil. Simak perbandingannya dengan mesin turbo empat silinder modern.
Tanpa kerumitan turbocharging atau injeksi langsung bertekanan tinggi, perawatan rutin menjadi sederhana. Konservatisme ini mungkin terasa membosankan saat mobil baru, tetapi waktu membuktikan keputusan para insinyur tepat.
Keputusan Teknik yang Membuat Perbedaan
Ketika GM memperkenalkan generasi kedua mesin V-6 ini untuk tahun model 1995, itu merupakan revolusi dibanding pendahulunya.
>>> Volvo Manfaatkan Pabrik Belgia untuk Hindari Tarif Uni Eropa
Perbaikan mendasar termasuk deck height lebih pendek, cross-bolted main bearing caps, dan balance shaft yang ditingkatkan.
Mesin ini masuk dalam daftar Ward's 10 Best Engines selama tiga tahun berturut-turut pada pertengahan 1990-an.
Dibandingkan mesin sezamannya, platform ini menunjukkan keseimbangan antara performa, efisiensi, dan daya tahan.
Mesin yang dimaksud adalah GM Series II dan Series III 3800 V-6, yang menjadi sumber tenaga bagi ribuan Buick, Chevrolet, Pontiac, dan Oldsmobile.
Hingga produksi berakhir pada 2008, GM telah memproduksi lebih dari 25 juta unit 3800 V-6.
Series II yang diperkenalkan pada 1995 sering dianggap sebagai titik tengah sempurna, menawarkan refinement, efisiensi bahan bakar, dan daya tahan.
Series III pada 2004 membawa perubahan seperti electronic throttle control, katup intake dan exhaust yang lebih besar, serta connecting rod forged pada varian terakhir.
Salah satu aspek paling mengesankan adalah daya tahan yang juga dimiliki varian supercharged.
Series II L67 bertenaga 240 hp dan Series III L32 bertenaga 260 hp mempertahankan keandalan yang sama.
