Lucid membantah keras rumor kebangkrutan dan pengambilalihan swasta. CEO Silvio Napoli menyebut laporan itu palsu dan mengirimkan surat penghentian. Saham sempat anjlok 50% sebelum pulih.
Lucid Motors dengan tegas membantah spekulasi bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan kebangkrutan atau transaksi pengambilalihan swasta.
Bahkan, pabrikan mobil listrik itu mengirimkan surat penghentian dan penghentian (cease-and-desist) kepada media yang menerbitkan laporan tersebut.
>>> 2026 Hyundai Palisade: SUV Premium dengan Harga Lebih Terjangkau
Respons perusahaan tergolong agresif untuk masalah yang dianggap tidak berdasar. Dalam hitungan hari, Lucid meningkatkan bantahan dari sekadar pernyataan publik menjadi tindakan hukum dan pengajuan regulasi.
Kronologi Rumor dan Bantahan
Semua bermula awal pekan ini ketika media @EV_carba (Electric-Vehicles. com) melaporkan bahwa Lucid telah melakukan pembicaraan dengan penasihat AlixPartners.
AlixPartners dilaporkan mendesak Lucid untuk merestrukturisasi di AS dan Eropa serta memprioritaskan Gravity SUV.
Laporan itu menyebutkan bahwa langkah tersebut bisa berarti mengajukan perlindungan kebangkrutan atau go private, didorong oleh harga saham yang tertekan dan tekanan dari investor Arab Saudi.
Menulis di LinkedIn, CEO Silvio Napoli menyebut laporan itu palsu, meskipun ia tidak membantah bahwa Lucid bekerja dengan penasihat eksternal untuk perbaikan.
“Lucid tidak mempertimbangkan kebangkrutan atau transaksi untuk menjadikan perusahaan swasta,” tegas Napoli.
>>> Chevrolet Siapkan Sedan Sporty Baru dan Pembaruan Model Bensin dalam Lima Tahun
“Laporan itu palsu. Dewan tidak mengeksplorasi skenario mana pun.
Titik.
Seperti yang diungkapkan dalam pengajuan kuartalan terbaru, Lucid memiliki likuiditas yang cukup untuk mendanai operasinya hingga tahun depan.”
