Lucid membantah keras rumor kebangkrutan dan pengambilalihan swasta. CEO Silvio Napoli menyebut laporan itu palsu dan mengirimkan surat penghentian. Saham sempat anjlok 50% sebelum pulih.
Lucid juga mengirimkan surat penghentian dan penghentian ke situs yang menerbitkan laporan tersebut.
Surat itu menyatakan bahwa publikasi pernyataan faktual yang tidak akurat mengenai perusahaan publik sangat serius, karena merusak kepercayaan investor dan dapat mendistorsi penilaian pasar.
>>> 10 Trikes Terbaik yang Layak Setiap Kilometer
Dampak pada Saham
Lucid secara langsung menyalahkan laporan tersebut atas aksi jual sahamnya. Harga saham turun dari $5,51 menjadi serendah $2,37, menyebabkan kerugian serius bagi sejumlah investor.
Saham kehilangan lebih dari setengah nilainya pada posisi terendah intraday Selasa dan dihentikan beberapa kali karena volatilitas.
Setelah bantahan, saham pulih dengan cepat.
Pada Rabu, saham melonjak 28,8% menjadi $5,95, sedikit di atas level sebelum laporan muncul, dengan volume 55,6 juta saham.
Rebound berlanjut ke hari kedua, dengan saham naik 12% lagi pada Kamis menjadi sekitar $6,69.
Terlepas dari mana kebenaran berada, jelas bahwa situasi Lucid tidak berjalan mulus.
>>> Suzuki Boulevard M109R: Cruiser Jepang yang Bikin Pengendara Harley Melirik
Pada Juni, perusahaan mengumumkan pemutusan hubungan kerja 18% karyawan AS-nya, hanya empat bulan setelah putaran PHK sebelumnya memangkas 12% tenaga kerja lokal.
