Depresiasi membuat Mercedes-Benz S550 2014 bisa dibeli dengan harga setengah dari Toyota Camry 2026 fully loaded. Simak perbandingan harga, fitur, dan biaya perawatan.
Depresiasi sering dianggap musuh pembeli mobil baru, tetapi bagi sebagian orang, kurva penurunan harga justru menjadi berkah.
Hal ini terlihat jelas pada sedan mewah flagship Eropa yang kini bisa didapatkan dengan harga lebih murah dari Toyota Camry 2026 yang terisi penuh opsi.
>>> Aprilia Tuareg Rally 660: Motor Adventure Paling Serbaguna di Kelasnya
Mengapa Sedan Flagship Menjadi Barang Bekas yang Murah
Mobil mewah flagship mengalami depresiasi lebih cepat dibandingkan kelas kendaraan lain. Penyebabnya struktural, bukan kebetulan.
Mobil-mobil ini direkayasa untuk menjadi mutakhir secara teknologi hanya dalam satu siklus model.
Begitu generasi baru meluncur, sistem infotainment, fitur keselamatan, dan desain generasi sebelumnya terlihat ketinggalan, meskipun mesin dan sasisnya masih sangat baik.
Pembeli yang mengejar teknologi terbaru akan beralih, dan nilai jual kembali generasi sebelumnya pun anjlok.
Selain itu, sebagian besar pembeli baru adalah perusahaan, eksekutif dengan program sewa, dan mereka yang ganti mobil setiap dua hingga tiga tahun.
Akibatnya, banyak unit bekas masuk pasar lebih awal, terawat baik, tetapi sudah menanggung kerugian depresiasi besar.
Reputasi biaya perawatan mobil Jerman yang mahal, meski sering dilebih-lebihkan, juga menekan harga jual.
Skala produksi juga berperan. Mercedes-Benz menjual jumlah S-Class yang relatif kecil dibandingkan Camry yang terjual ratusan ribu unit per tahun.
Biaya kepemilikan yang tinggi membuat pembeli bekas mainstream menjauh, sehingga permintaan rendah dan depresiasi semakin cepat.
