Ketua CATL, Robin Zeng, memperingatkan bahwa peluncuran lebih dari 600 model kendaraan di China pada 2026 meningkatkan risiko kegagalan baterai massal akibat siklus validasi yang dipersingkat.
Ketua Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL), Robin Zeng, memperingatkan bahwa percepatan pengembangan kendaraan listrik di China memicu masalah kualitas baterai.
Pernyataan ini disampaikan dalam pidato utama di Konferensi Baterai Daya Dunia 2026 di Yibin, Provinsi Sichuan, pada 3 September 2026.
Zeng mengungkapkan bahwa lebih dari 600 model kendaraan baru telah diluncurkan di China sepanjang 2026. Ia menyebut angka itu setara dengan rata-rata tiga peluncuran per hari.
Menurut laporan UDN, Zeng menjelaskan bahwa pemendekan siklus validasi untuk mengejar kecepatan peluncuran telah menyebabkan sejumlah produk baterai daya mengalami kegagalan tingkat batch.
Namun, ia tidak menyebutkan merek otomotif atau pemasok baterai yang terdampak.
Tekanan Harga dan Kasus Sebelumnya
Peringatan ini muncul di tengah tekanan harga yang berkelanjutan di pasar kendaraan listrik China.
Data industri menunjukkan penurunan harga transaksi untuk beberapa kendaraan listrik China pada paruh pertama 2026.
Harga sel lithium iron phosphate (LFP) dilaporkan berada di bawah 0,35 yuan per watt-jam (0,049 dolar AS per watt-jam).
Namun, tren ini tidak secara langsung membuktikan hubungan sebab-akibat dengan kegagalan baterai.
China juga pernah menghadapi kasus kualitas baterai yang melibatkan produsen mobil dan pemasok.
Pada Desember 2025, anak perusahaan Geely, Viridi E-Mobility Technology, menggugat produsen baterai Sunwoda atas dugaan cacat sel yang dipasok antara Juni 2021 dan Desember 2023.
