otomotif1.com

Toyota Digugat Gara-gara Tombol Tolak Cookie yang Dianggap Palsu

Toyota Digugat Gara-gara Tombol Tolak Cookie yang Dianggap Palsu
Spanduk cookie di situs Toyota dengan tombol tolak

Toyota menghadapi gugatan class action karena diduga tetap melacak pengunjung situs web meski mereka menolak cookie. Gugatan menggunakan undang-undang penyadapan tahun 1967.

Ukuran teks

Toyota menghadapi gugatan class action terkait pelacakan situs web. Penggugat menyatakan bahwa menolak cookie tidak mengubah apa pun di situs tersebut.

Gugatan ini mengandalkan undang-undang penyadapan yang ditulis pada tahun 1967. Mengklik tombol 'tolak' pada spanduk cookie seharusnya berimplikasi bahwa situs akan berhenti melacak pengunjung.

>>> Galeri Gambar Interior dan Eksterior Toyota Prius 2027

Gugatan baru ini menuduh pabrikan mobil asal Jepang itu melacak pengunjung Toyota. com setelah mereka menolak cookie pihak ketiga melalui spanduk persetujuan yang disediakan situs itu sendiri.

Penggugat utama, Brittany Conner, mengatakan teknologi pelacakan tetap mendarat di perangkat pengguna apa pun pilihan mereka.

Hal itu menyerahkan aktivitas penjelajahan, detail perangkat, dan pengidentifikasi online mereka kepada pihak ketiga untuk iklan bertarget.

in2

>>> Honda Accord Hybrid 2025: Mobil Hybrid Jepang Paling Andal Selain Toyota

Fingerprinting Jadi Inti Masalah

Inti dari keluhan ini adalah fingerprinting, metode mengidentifikasi seseorang dengan merakit karakteristik perangkat dan penjelajahan menjadi tanda unik yang cukup untuk dilacak di web, tanpa memerlukan cookie.

Menurut dokumen gugatan, Toyota menggunakan alat tersebut setelah pengunjung memilih 'tolak' pada spanduk.

Toyota bukan satu-satunya perusahaan yang menghadapi masalah semacam ini.

>>> 1987 Nissan 300ZX Z31 Mulai Dilirik Kolektor, Harga Listing Capai Rp130 Juta

Gugatan ini dibangun berdasarkan California Invasion of Privacy Act, undang-undang yang diberlakukan pada tahun 1967 untuk menangani penyadapan dan pengawasan telepon.

Undang-undang tersebut kini digunakan kembali oleh firma hukum untuk menargetkan pelacakan situs web modern. Lebih dari 800 gugatan CIPA diajukan pada tahun 2025 saja.

Forbes Media baru-baru ini menyelesaikan klaim serupa sebesar $10 juta, sementara Los Angeles Times membayar $3,85 juta untuk menyelesaikan masalah serupa.

>>> Studi Degradasi Baterai EV: Tesla dan Audi Unggul, Peringkat Terburuk Terungkap

Firma hukum Pacific Trial Attorneys yang mewakili Conner tidak menanggapi permintaan komentar. Toyota juga bungkam.

Update Terbaru

Lihat semua