Volkswagen Group meluncurkan program e.loop di Jerman yang memungkinkan karyawan menghemat hingga 50% biaya leasing EV melalui skema potongan gaji.
Volkswagen Group Retail Deutschland (VGRD) meluncurkan program inovatif bernama e. loop di Jerman.
Program ini memungkinkan perusahaan menawarkan mobil listrik murah kepada karyawannya.
>>> CEO Xpeng Incar Pasar AS, Siap Bangun Pabrik di Amerika
Driver dapat menghemat hingga 50% dibandingkan leasing pribadi 24 atau 36 bulan tanpa uang muka. Skema ini disebut sebagai "salary conversion" yang inovatif.
Cara Kerja Program e.loop
Program e. loop bekerja dengan cara perusahaan menandatangani perjanjian dengan VGRD.
Karyawan kemudian dapat memilih kendaraan yang diinginkan secara online.
Pembayaran bulanan dipotong langsung dari gaji kotor sebagai bagian dari pengaturan pengorbanan gaji. Hal ini secara otomatis memberikan keuntungan dalam pajak penggajian.
>>> Polisi Kanada Ubah Tampilan Mobil Patroli untuk Pertama Kali dalam 30 Tahun
Volkswagen menyebut proses ini sederhana, hanya empat atau lima langkah, dan sebagian besar dapat dilakukan secara online.
Program ini menarik bagi perusahaan karena memberikan keuntungan pajak untuk kendaraan listrik, membantu mempertahankan dan menarik pekerja, serta meningkatkan profil ESG.
Perusahaan juga mendapatkan akses ke berbagai model, dari Volkswagen ID. 3 hingga Porsche Cayenne Electric, dengan usaha administratif minimal.
>>> Faraday Future Lakukan Reverse Stock Split Demi Bertahan di Nasdaq
Karyawan mendapatkan penghematan signifikan dan kepemilikan all-inclusive, termasuk kendaraan, asuransi, dan perawatan. Volkswagen mengatakan pilihan tersulit adalah memilih EV yang diinginkan.
Program ini mirip dengan inisiatif sepeda perusahaan. Pelanggan dapat memilih jangka waktu 24 atau 36 bulan.
VGRD melaporkan minat "sangat tinggi" terhadap program e. loop.
Para pejabat percaya program ini dapat menyumbang 5-10% dari penjualan mobil baru di Jerman pada tahun 2030.
>>> Harley-Davidson untuk Pengendara yang Masih Percaya pada Jalan Terbuka
Meski terdengar saling menguntungkan, ada potensi kelemahan. Yang terbesar adalah perusahaan bisa terjebak dengan mobil setelah karyawan meninggalkan organisasi.
