General Motors memperkirakan harga mobil baru akan naik tahun ini. Salah satu penyebabnya adalah lonjakan harga chip DRAM akibat permintaan AI yang melonjak drastis.
GM dan Ford, bersama tujuh produsen komponen otomotif seperti Denso dan Astemo, baru-baru ini menandatangani kontrak pasokan jangka panjang dengan Micron.
Langkah ini dilakukan untuk mengamankan pasokan DRAM sebelum kelangkaan inventaris mulai tahun depan.
GM telah merevisi proyeksi harga rata-rata mobil baru di Amerika Utara.
>>> Hyundai Tucson Hybrid: SUV Hibrida Andal yang Jarang Dilirik
Perusahaan kini memperkirakan harga akan naik 0,3 persen tahun ini, bukannya tetap stabil atau turun 0,3 persen seperti perkiraan sebelumnya.
Fenomena yang disebut GM sebagai "chipflation" ini menjadi salah satu penyebab kenaikan harga.
Perusahaan asal China disebut paling terdampak karena kendaraan energi baru mereka sangat bergantung pada teknologi canggih.
Huayuan Securities mencatat biaya memori pada mobil buatan China mencapai lebih dari US$70 per kendaraan pada November 2025.
Sebagai perbandingan, mobil Jepang hanya sekitar US$30 per kendaraan.
>>> Harley-Davidson Low Rider S: Performa dan Nilai yang Sebanding
BYD baru-baru ini menaikkan harga sistem bantuan pengemudi opsionalnya sebesar 20 persen. Perusahaan beralasan kenaikan harga memori global memaksa mereka menyesuaikan harga demi menjaga kualitas.
