Produsen EREV China, Li Auto dan Xiaomi, memperpanjang interval ganti oli menjadi 3 tahun atau 30.000 km untuk mempersempit kesenjangan perawatan dengan EV murni.
>>> Kolaborasi Apik BMW Astra & OLXmobbi di GIIAS 2026
Dengan sebagian besar produsen mobil China menghadapi margin tipis, mengunci pelanggan melalui ancaman pembatalan garansi menjamin sumber pendapatan jangka panjang.
Belum jelas apakah interval servis yang sama akan ditawarkan di luar China.
Xiaomi saat ini hanya menjual mobil di China, sementara Li Auto mulai merambah pasar Asia Tengah dan Timur Tengah.
Perbedaan iklim, kondisi jalan, dan preferensi pengguna mungkin memerlukan strategi servis yang berbeda.
Perbandingan dengan Merek Lain
Selain EV murni, BYD juga menawarkan model PHEV di bawah merek DM-i.
Mobil hybrid BYD di China dilengkapi odometer EV dan HEV terpisah, dengan item servis yang sesuai dengan interval masing-masing.
Pengemudi yang lebih sering menggunakan mode EV dengan pengisian daya di rumah akan lebih jarang ke bengkel dibanding pengemudi HEV biasa.
Mereka memerlukan lebih sedikit penggantian oli dalam periode yang sama.
Sementara itu, joint venture China seperti Mazda menerapkan interval ganti oli 1 tahun/10.000 km untuk model EREV EZ-6 sedan dan EZ-60 SUV.
Hal ini berlaku terlepas dari seberapa banyak berkendara dalam mode EV atau EREV. Hal yang sama berlaku untuk SUV NEV terbaru Volkswagen, ID Era 9X.
>>> Mitsubishi Flying Pug, Pajero Jr. yang Disulap Mirip Taksi London, Dilelang di AS
Interval servis 3 tahun/30.000 km merupakan lompatan tiga kali lipat dari rata-rata industri. Namun, oli eksklusif dan garansi yang terkunci berpotensi menghapus penghematan biaya bagi pemilik.
