Toyota 4Runner telah membuktikan diri sebagai SUV yang awet dan tangguh selama puluhan tahun. Dengan sasis body-on-frame dan mesin sederhana, mobil ini mampu bertahan hingga ratusan ribu mil.
Komponen yang lebih sedikit berarti lebih sedikit hal yang bisa rusak, dan perawatannya pun lebih mudah.
Konstruksi body-on-frame membuat 4Runner lebih tahan terhadap benturan keras di medan off-road.
Rangka baja yang kokoh mampu menyerap guncangan lebih baik daripada bodi monokok, sehingga lebih awet dalam jangka panjang.
Fitur off-road seperti pengunci diferensial belakang dan suspensi KDSS semakin menegaskan kemampuannya. Trim TRD Pro bahkan dilengkapi suspensi yang disetel oleh Fox untuk performa terbaik di jalur menantang.
Umur Panjang dan Biaya Perawatan yang Terjangkau
Data iSeeCars menunjukkan rata-rata umur 4Runner mencapai 196.455 mil atau sekitar 14,2 tahun.
Peluangnya untuk mencapai 200.000 mil adalah 48,1 persen, angka yang luar biasa untuk SUV midsize.
Ada pemilik yang melaporkan 4Runner 2007 dengan V8 sudah menempuh 511.500 mil dengan drivetrain asli.
Contoh lain, 4Runner 2005 SR5 mencapai 381.900 mil hanya dengan perbaikan kecil seperti alternator dan AC.
Biaya perawatan tahunan rata-rata hanya sekitar $514, lebih rendah dari rata-rata segmen.
Transmisi dapat bertahan 100.000 hingga 120.000 mil sebelum perlu perhatian, dan busi disarankan diganti pada 120.000 mil.
>>> Sedan Premium Terbaik di Bawah $40K Bukan Jerman, Melainkan Korea
Namun, ada beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan.
Model 2003-2005 rentan terhadap karat rangka di daerah bersalju, dan Toyota telah memperpanjang garansi korosi untuk model 2005-2010.
