Ford meninggalkan mobil murah di AS dan fokus pada kendaraan bergairah seperti Bronco dan Raptor. Strategi ini menuai pertanyaan: bagaimana dengan pembeli yang butuh mobil terjangkau?
Ford secara perlahan meninggalkan segmen mobil terjangkau di Amerika Serikat. Padahal, beberapa pesaingnya masih menawarkan kendaraan dengan harga lebih bersahabat.
Chevrolet misalnya, masih menjual dua crossover di bawah US$25.000. Sementara itu, model termurah Ford yang setara dibanderol mulai US$32.000.
>>> Hennessey Blackbird: Hypercar NA V8 Manual Tanpa Layar Seharga $2,5 Juta
Memang, Ford masih punya pikap kompak Maverick seharga US$23.000. Ada juga rencana pikap listrik dengan harga sekitar US$30.000.
Dulu, Ford memproduksi mobil untuk hampir semua kalangan. Kini, perusahaan ingin membangun mobil yang diimpikan banyak orang dan menjadi 'Porsche of Off-Road'.
Strategi ini berani, tetapi meninggalkan satu pertanyaan penting. Apa yang terjadi ketika konsumen hanya ingin membeli mobil yang terjangkau?
Padahal, selama bertahun-tahun, banyak pembeli setia Ford yang terbiasa dengan harga yang lebih murah.
CEO Jim Farley menegaskan tidak ingin Ford bersaing di pasar mobil biasa yang mudah dilupakan. Perusahaan justru fokus pada kendaraan dengan daya tarik kuat.
Mulai dari Bronco, Raptor, Mustang, hingga pikap yang membuat pembeli rela mengeluarkan uang ekstra untuk personalisasi.
>>> Jeep Siapkan Compass Baru untuk Amerika Selatan dengan Teknologi China
Seperti dikatakan salah satu eksekutif Ford kepada WSJ, "Ini adalah lini produk paling bergairah yang pernah dimiliki Ford."
Pendekatan ini terbukti menguntungkan. Model seperti F-150, Bronco, dan Maverick menjadi bintang di segmennya masing-masing.
