CFMoto V4 SR-RR mencatat rekor 196 mph, memanfaatkan terowongan angin Pininfarina dan aero aktif untuk menyaingi superbike Eropa dengan harga lebih terjangkau.
Sebuah superbike baru mencatatkan kecepatan tertinggi 196 mph, tetapi cerita terbesarnya bukan hanya soal kecepatan.
Yang lebih menarik adalah bagaimana pabrikan muda ini memanfaatkan fasilitas kelas dunia untuk mengejar ketertinggalan teknologi dari merek Eropa.
>>> China Larang Lampu Biru Kehijauan untuk Mobil Otonom, Ternyata Tak Pernah Legal
CFMoto V4 SR-RR, prototipe superbike liter-class, baru saja diuji di China dan berhasil menembus 315,82 km/jam (196,2 mph) di Shangrao Automotive Proving Grounds.
Ini menjadikannya motor bermesin bensin China tercepat yang pernah dilaporkan.
Mengapa Aerodinamika Menjadi Kunci
Membangun mesin motor yang bertenaga memang sulit, tetapi tenaga kuda saja tidak lagi cukup untuk menjadi superbike terdepan.
Model flagship modern menggabungkan elektronik, rem, material, dan aerodinamika yang dirancang untuk kecepatan yang jarang dicapai secara legal oleh pemiliknya.
Pengembangan itu membutuhkan insinyur, prototipe, perangkat lunak, dan pengujian yang mahal. Itulah sebabnya harga superbike kelas atas kini mendekati atau melebihi 30.000 dolar AS.
Konsumen juga membayar untuk terowongan angin, program balap, alat simulasi, dan data yang terkumpul.
Ducati, BMW, dan Aprilia menggunakan kedalaman teknis ini sebagai keunggulan performa sekaligus pembenaran harga premium. Namun, seorang penantang tidak harus membangun seluruh ekosistem superbike Eropa untuk bisa bersaing.
Strategi Outsourcing Keahlian Elit
CFMoto memilih jalan ketiga: menyewa akses ke fasilitas kelas dunia saat dibutuhkan.
