Honda dikabarkan menunjuk Tata Technologies untuk mengembangkan platform kendaraan baru yang mendukung mesin bensin, hybrid, dan listrik demi menekan biaya.
Dengan kata lain, ini bukan sekadar memasok Honda dengan kendaraan Tata yang sudah ada untuk di-rebadge.
Program end-to-end yang sesungguhnya adalah hal yang jauh lebih besar. Platform menentukan segalanya mulai dari proporsi dasar hingga logika manufaktur.
Ini adalah awal yang sangat mahal dan rumit dari sebuah keluarga kendaraan.
>>> Ducati Multistrada V4 RS: Kecepatan Superbike Tanpa Menguras Tenaga
Mengapa Honda Melakukan Ini
Langkah ini sesuai dengan reset yang dicanangkan Honda.
Setelah mencatat kerugian bersih ¥423,9 miliar ($2,8 miliar) untuk tahun yang berakhir Maret 2026 di tengah penilaian ulang bisnis EV-nya, Honda mengatakan akan menggunakan sumber daya eksternal secara lebih strategis.
Target "Triple Half" menyerukan pengurangan biaya pengembangan, waktu, dan beban kerja hingga setengah dari level 2025.
Dengan konteks itu, memanfaatkan mitra India dengan talenta teknik yang kompetitif masuk akal.
Belum ada kabar bagaimana kelanjutannya. Kendaraan yang dimaksud bisa ditujukan hanya untuk pasar India atau lebih jauh lagi.
Pangsa pasar Honda di sana telah turun di bawah dua persen setelah menguasai hampir tujuh persen lebih dari satu dekade lalu.
>>> Zoox Robotaxi Lebih Mahal dari Uber, Begini Perkiraan Tarifnya
Jika ini terjadi, ini akan menandai dimulainya strategi bisnis yang sangat baru bagi pabrikan Jepang tersebut.
