CALB melakukan reformasi teknis internal untuk meningkatkan kualitas sel baterai menyusul kegagalan massal baterai 'pisang' pada EV GAC.
Kini, CALB mewajibkan metrik tersebut menyimpang kurang dari +/- 1,5%. Pedoman pemantauan kelembaban dan titik embun untuk proses pengisian elektrolit juga diubah.
CALB sebelumnya menyimpan sampel batch harian, kini dilakukan untuk setiap gulungan sel yang diproduksi.
Selain itu, CALB mulai mengaudit ulang stok bahan baku, bahan pembantu, dan aditif yang diperoleh antara 2022 dan 2023.
Perusahaan juga menghentikan sementara penggunaan formulasi sel dengan sisa stok bahan yang rendah.
>>> Smart #1 Terbaru Meluncur dengan Arsitektur 800V dan Penggerak 16-in-1 Geely
Reformasi Manajemen
Selain perubahan teknis, CALB dikabarkan memperluas departemen jaminan kualitas dan hubungan pelanggan.
Perusahaan telah membentuk tim respons cepat untuk kendaraan penumpang dan bermitra dengan pelanggan utama untuk memantau data BMS kendaraan listrik mereka.
Departemen jaminan kualitas CALB kini memiliki hak veto dan dapat menghapus seluruh batch sel yang dianggap bermasalah.
Hak veto semacam itu jarang dimiliki oleh produsen baterai kecil China, yang biasanya fokus memaksimalkan produksi untuk memenuhi permintaan OEM.
Menurut China EV DataTracker, CALB memegang pangsa pasar 6,9% dan memasang baterai sebesar 5,2 GWh pada Juni 2026.
CALB menjadi pemain teratas di antara pemasok tier kedua, namun masih kalah dari CATL dan BYD.
Dampak insiden 'baterai pisang' terhadap pangsa pasar CALB masih belum diketahui.
>>> Satu dari Tiga Cadillac CTS-V.R Coupe yang Pernah Dibuat Kini Dijual
Dengan reformasi yang diusulkan, serta harga agresif dan garansi panjang, CALB mungkin masih bisa menarik minat OEM China.
