Nissan memasang kamera AI di pabrik Canton, Mississippi untuk menganalisis gerakan pekerja, mengurangi cedera, dan menghemat biaya kesehatan hingga $34 juta.
Pabrik Nissan di Canton, Mississippi, kini dilengkapi kamera bertenaga AI yang memantau gerakan pekerja. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi posisi tubuh yang berisiko dan meningkatkan efisiensi kerja.
Dilansir Business Insider, kamera tersebut mampu mengenali sendi dan sudut tubuh.
>>> Mesin Toyota yang Bertahan Lebih Lama dari Beberapa Generasi Mobil
Sistem akan memberi peringatan jika pekerja membungkuk terlalu jauh, mempertahankan posisi canggung terlalu lama, atau melakukan tugas berbeda dari urutan yang disarankan.
Nissan menyebut metode ideal untuk setiap pekerjaan sebagai "golden cycle". Ini mencakup urutan pemasangan komponen, durasi operasi, dan cara pekerja bergerak saat melakukannya.
Ketika AI mendeteksi potensi masalah, manajer dan insinyur dapat menyelidiki. Mereka bisa melatih karyawan dengan teknik yang lebih aman, mengubah tugas pekerja, atau memodifikasi stasiun kerja.
>>> Subaru Sambar 360 Van Mungil yang Lebih Kecil dari Fiat 500e
Dengan begitu, kamera tidak hanya menyalahkan pekerja. Informasi dari AI juga membantu menentukan apakah pekerjaan itu sendiri perlu diperbaiki.
Membantu Pekerja, Bukan Menggantikan
Nissan menegaskan teknologi ini bukan untuk menggantikan manusia. "Kami tidak berbicara tentang penghapusan pekerjaan," kata eksekutif manufaktur Victor Taylor kepada Business Insider.
Perusahaan menggunakan AI untuk meningkatkan pelatihan, menghilangkan praktik yang tidak efisien, dan mengurangi cedera. Menariknya, ergonomi bukan prioritas awal.
Insinyur proses Nissan, Chi Amaechi, mengungkapkan bahwa sistem awalnya dikembangkan untuk pelatihan dan efisiensi. Namun, mereka kemudian menemukan kemampuannya dalam mengidentifikasi gerakan berbahaya.
>>> Kove 450 Rally: Motor Terjangkau yang Lebih Mengandalkan Skill daripada Tenaga
Nissan mengklaim teknologi ini telah berkontribusi pada penghematan sekitar $34 juta terkait keselamatan dan kesehatan di Canton.
Pabrik ini kini fokus pada truk dan SUV listrik setelah Nissan membatalkan rencana EV-nya.
Teknologi ini sangat berguna saat pekerja berpengalaman pensiun, karena pengetahuan manufaktur mereka tidak bisa digantikan dalam semalam.
>>> S-Class Bekas: Kemewahan Flagship dengan Harga Lexus ES Baru
Saat ini, Canton adalah satu-satunya pabrik Nissan yang menggunakan sistem AI. Namun, perusahaan berencana menyelesaikan pemasangannya di sana sebelum memperluas ke Smyrna, Tennessee, dan operasi powertrain.
