Sebuah Zeekr 7X terbakar di stasiun pengisian di Ningbo, China. Zeekr menyatakan mobil itu pernah kecelakaan dan tidak diperiksa. Insiden ini menjadi sorotan.
Sebuah Zeekr 7X berwarna hijau tua terbakar di stasiun pengisian daya di Kota Ningbo, China. Rekaman kamera keamanan menunjukkan percikan api dan api keluar dari paket baterai.
Pengemudi sempat menggunakan alat pemadam api untuk mengendalikan api. Zeekr, produsen EV premium asal China, merespons cepat video yang tersebar di media sosial.
Menurut merek milik Geely ini, mobil tersebut sebelumnya terlibat kecelakaan dan perbaikannya tidak pernah diperiksa.
Dalam video, pengemudi terlihat mencondongkan tubuh ke depan saat mobil diparkir, tetapi tidak sedang mengisi daya.
Beberapa saat kemudian, percikan api dan api keluar dari bagian bawah mobil, disusul kepulan asap. Api sempat mereda, lalu kembali berkobar dari bagian belakang, melahap sebagian besar SUV.
Seorang saksi, yang diduga pengemudi, mengambil alat pemadam dan berhasil memadamkan api. Insiden terjadi pada hari Minggu di Kota Ningbo, dan petugas pemadam kebakaran setempat tiba dengan cepat.
Masalah PR dan Pertanyaan yang Belum Terjawab
Tentu saja, pemandangan EV yang tampak terbakar secara acak saat diparkir bukanlah publisitas yang diinginkan produsen mobil. Zeekr dengan cepat berusaha menenangkan pemilik.
Penyelidikan awal mengungkapkan bahwa 7X ini pernah terlibat kecelakaan dan tidak diperiksa atau dilaporkan di fasilitas Zeekr. Namun, perusahaan belum memberikan penjelasan tentang apa yang memicu kebakaran.
Zeekr, yang awalnya hanya dijual di China, kini berekspansi ke luar negeri, termasuk Australia dan Eropa. Harga jualnya dianggap lebih murah dibandingkan pesaing seperti Mercedes-Benz, BMW, dan Audi.
