Ford akan menghentikan impor Lincoln Nautilus dari China mulai 2030 dan meningkatkan produksi di AS. Keputusan ini dipicu tarif 52,5 persen dan regulasi teknologi China, serta memberi fleksibilitas menghadapi perubahan kebijakan.
Ford mengumumkan akan menghentikan impor Lincoln Nautilus dari China dan meningkatkan produksi model Lincoln di Amerika Serikat mulai 2030.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen terhadap manufaktur dalam negeri, sekaligus merespons tarif tinggi dan regulasi teknologi China.
>>> BYD Sealion 08 Mulai Dipesan di China, Harga Mulai Rp 500 Jutaan
Saat ini, Nautilus yang diimpor dari China dikenakan tarif 52,5 persen, namun tetap menjadi model terlaris Lincoln dengan 20.050 unit terjual hingga Juli.
Alasan di Balik Keputusan Ford
Selain tarif, Ford juga mempertimbangkan aturan Connected Vehicle Rule yang membatasi teknologi China.
CEO Ford, Jim Farley, menyatakan bahwa keputusan ini bukanlah jalan yang mudah, tetapi Ford percaya pada produksi di Amerika.
Farley menegaskan, "Lincoln adalah merek yang khas Amerika, dan Ford adalah produsen mobil Amerika."
>>> Chery Fulwin T7 Mulai Dipesan di China, Harga Mulai Rp 240 Jutaan
Ford belum merinci rencana domestiknya, tetapi saat ini memproduksi dua model di China: Nautilus untuk ekspor ke AS dan sedan Z untuk pasar lokal.
Nasib model Z setelah 2030 belum jelas, apakah akan tetap diproduksi atau dihentikan sejalan dengan fokus Ford ke Amerika.
Penundaan hingga 2030 juga memberi fleksibilitas bagi Ford untuk menyesuaikan rencana jika kebijakan pemerintah AS berubah.
