otomotif1.com

Polestar Dituding Atur Larangan Sendiri, Dealer Tuntut Rp400 M

Polestar Dituding Atur Larangan Sendiri, Dealer Tuntut Rp400 M
Polestar Dituding Atur Larangan Sendiri, Dealer Tuntut Rp400 M

Dealer Polestar di New Jersey menuntut ganti rugi Rp400 miliar, menuding Polestar sengaja memanipulasi larangan penjualan di AS untuk keluar pasar.

Ukuran teks

Seorang dealer Polestar di New Jersey, Prestige Imports, menggugat Polestar dengan tuntutan ganti rugi minimal Rp400 miliar.

Gugatan itu menuduh Polestar telah merencanakan kepergiannya dari pasar Amerika Serikat jauh sebelum larangan resmi diberlakukan.

>>> Geely Galaxy TT Resmi Buka Pre-sale di China, Harga Mulai Rp 340 Jutaan

Pada Juni lalu, Departemen Perdagangan AS menolak izin Polestar untuk menjual kendaraan model tahun 2027 dan seterusnya.

Keputusan itu dianggap sebagai akhir dari penjualan Polestar di Amerika Serikat.

Polestar menyatakan akan menjual sisa inventaris dan tetap memberikan layanan, tetapi tidak akan ada mobil baru.

Tuduhan Dealer

Prestige Imports, yang memiliki beberapa lokasi, menyebut bahwa semua ini bukan kejutan yang tak terhindarkan.

Mereka mengklaim Polestar menghabiskan dua tahun merencanakan kepergian dari AS dan memanipulasi pemerintah untuk mendapatkan larangan.

Polestar juga disebut menolak otorisasi yang sama seperti yang diperoleh Volvo, dan tidak mengajukan banding setelah penolakan.

>>> Jeeporghini: Perpaduan Aneh Countach dan Wrangler yang Menggoda

Gugatan juga menyebut Polestar terus mendorong dealer untuk berinvestasi sambil bersiap mundur.

Pada awal 2025, CEO Polestar dikabarkan mengatakan kepada dealer bahwa merek akan memasuki tahun terbaiknya dan merancang Polestar 7 untuk pembeli Amerika.

Hingga Februari 2026, seorang eksekutif Polestar diduga menyetujui ekspansi Bergen County selama beberapa tahun terkait peluncuran Polestar 7 pada 2028.

Halaman 1 dari 2: 1 2

Update Terbaru

Lihat semua