otomotif1.com

Nio Alihkan Aset Stasiun Ganti Baterai ke BUMN, Model Bisnis Baru di Wuhan

Nio Alihkan Aset Stasiun Ganti Baterai ke BUMN, Model Bisnis Baru di Wuhan

Nio Power menyerahkan 36 stasiun ganti baterai di Wuhan ke perusahaan BUMN. Langkah ini menandai model kepemilikan aset negara dengan operasional Nio.

Ukuran teks

Nio Power resmi mengumumkan perubahan strategis dalam model kepemilikan infrastruktur di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei.

Dalam seremoni serah terima dengan perusahaan milik negara, Optics Valley Traffic Company, kedua pihak mengonfirmasi penyerahan 36 stasiun ganti baterai tahap pertama.

>>> Kebakaran Jeep Gladiator 2022 Berujung Gugatan, Recall 1,07 Juta Unit Mengintai

Setelah transaksi ini, seluruh aset stasiun ganti baterai di Wuhan kini dimiliki oleh mitra modal negara.

Sementara itu, Nio Power tetap bertanggung jawab atas operasional profesional dan manajemen teknis.

Langkah ini menjadi implementasi model 'Kepemilikan Aset Negara + Operasional Profesional Nio' di kawasan Hubei, seperti dilaporkan Jiemian News.

Dampak pada Keuangan Nio

Pergeseran ini memungkinkan Nio beralih dari peran 'tuan tanah' yang sarat aset menjadi 'penyedia properti dan layanan teknis'.

Dengan memisahkan kepemilikan aset dari operasional harian, Nio dapat menerapkan operasional ringan aset, mengoptimalkan struktur keuangan, dan mengurangi tekanan fiskal akibat biaya pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur yang tinggi.

Bisnis ganti baterai memang membutuhkan modal besar.

>>> Harga BBM Naik Akibat Perang Iran, 20% Warga AS Kurangi Berkendara

Menurut Nio, biaya pembangunan stasiun generasi pertama sekitar 3 juta yuan (400 ribu dolar AS), sedangkan generasi kedua sekitar 2 juta yuan (300 ribu dolar AS).

Biaya untuk generasi ketiga dan keempat turun menjadi sekitar 1,5 juta yuan (200 ribu dolar AS).

Halaman 1 dari 2: 1 2

Update Terbaru

Lihat semua