otomotif1.com

AS Siap Turunkan Tarif Mobil Kanada dari 25 ke 15 Persen

AS Siap Turunkan Tarif Mobil Kanada dari 25 ke 15 Persen
AS Siap Turunkan Tarif Mobil Kanada dari 25 ke 15 Persen

AS dan Kanada hampir mencapai kesepakatan dagang baru. Tarif mobil Kanada berpotensi turun dari 25% ke 15%, serta tarif baja dan aluminium dipangkas.

Ukuran teks

Amerika Serikat dan Kanada dikabarkan hampir menyelesaikan kesepakatan dagang baru yang akan menurunkan tarif impor mobil dari Kanada.

Menurut laporan Reuters, tarif kendaraan yang diproduksi di Kanada berpotensi turun dari 25 persen menjadi 15 persen.

>>> BMW M3 E30 Rifat Sungkar Tampil di IMX 2026

Penurunan ini berlaku sebelum memperhitungkan potongan nilai konten produksi AS, sehingga tarif efektif bisa lebih rendah lagi.

Selain mobil, tarif baja dan aluminium dari Kanada juga akan dipangkas dari 50 persen menjadi 25 persen.

Tarif yang lebih rendah ini berlaku untuk hingga 4 juta metrik ton baja dan aluminium per tahun.

>>> Hongqi Jadi Merek Pertama di Luar BYD yang Pakai Baterai Blade Generasi Kedua

Impor di atas batas tersebut akan tetap dikenakan tarif 50 persen.

Kesepakatan Hampir Final

Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa kesepakatan dengan Kanada hampir tercapai.

"Jadi, dengan tunduk pada finalisasi dokumen, kami memiliki kesepakatan dengan Kanada," kata Trump kepada wartawan setelah putaran negosiasi terbaru.

Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Mark Carney belum mengonfirmasi hal yang sama, tetapi menyebut "kemajuan signifikan" telah dicapai.

>>> Rekayasa Engineering iCAR V27 : Suspensi Aluminium & Kabin Senyap Khusus Jalan Indonesia

Carney menegaskan bahwa Kanada memasuki negosiasi dengan persyaratan perdagangan terbaik secara keseluruhan.

Ia menambahkan bahwa kedua negara bergerak menuju kesepakatan yang memperkuat keunggulan Kanada di sektor-sektor strategis.

Sebelumnya, pemerintahan Trump sempat mengancam akan memberlakukan tarif 50 persen terhadap barang-barang Kanada pada Rabu.

>>> Studi: 79% Pengemudi Amerika Akui Ngebut, 30% Tak Peduli Batas Kecepatan

Namun, tenggat waktu tersebut diundur hingga Sabtu untuk memberi ruang bagi finalisasi kesepakatan dagang.

Update Terbaru

Lihat semua