BNPB menghadirkan ADEXCO Expo 2026 di Jakarta, ajang strategis memperkuat ekosistem kebencanaan dan ketangguhan berkelanjutan. Berlangsung 9–12 September di JIExpo Kemayoran: pameran teknologi, forum internasional, dan kolaborasi lintas sektor pemerintah, industri, akademisi serta masyarakat.
Pameran ini menampilkan solusi terpadu di setiap tahapan manajemen risiko: mulai dari respons darurat, sistem peringatan dini, pemantauan lingkungan, pemetaan presisi, hingga dukungan kesehatan serta pemulihan total pasca terjadinya bencana. Ini menjembatani penyedia teknologi dengan pemerintah, pelaku usaha, tenaga ahli, ilmuwan, hingga komunitas agar sinergi berjalan lancar lintas bidang.
Sinergi Strategis Termasuk Sektor Energi
Sebagai pondasi agar dampak terasa menyeluruh dari hulu hingga hilir, BNPB sudah membangun kesepakatan dan dialog strategis bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Diskusi mencakup cara menyatukan perspektif pengurangan risiko bencana, mitigasi risiko industri, potensi geofisika pertambangan, serta rencana pemulihan cepat pasca gangguan pada sektor energi.
Sebelum acara puncak, BNPB telah menyusun berbagai persiapan dan dialog:
- Seminar Nasional Kebencanaan (April 2026): fokus kemandirian teknologi dan industri lokal
- Seri diskusi publik NGOBAR: bahas komunikasi bencana, penggunaan drone, rekonstruksi hunian, hingga tata kelola terpadu
- Studi ketangguhan di Yogyakarta: pelajaran berharga 20 tahun pasca gempa bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X
Indonesia secara konsisten memperjuangkan gagasan Ketangguhan Berkelanjutan, yang menyatukan tiga pilar dunia: pengurangan risiko bencana (Kerangka Sendai), adaptasi iklim (Perjanjian Paris), serta sasaran pembangunan jangka panjang (SDGs).
Gagasan ini telah dibawa ke forum internasional seperti G20, GPDRR Jenewa, hingga deklarasi tingkat ASEAN. Dukungan dokumentasi lengkap tersedia dalam buku referensi terstruktur: Sustainable Resilience Compendium (5 Jilid).
