Ekspor BYD melonjak 67,8% pada H1 2026, tetapi penjualan domestik tertekan oleh kekurangan baterai Blade generasi kedua.
Jumlah ini turun 15,72% secara tahunan.
Ketua dan Presiden BYD, Wang Chuanfu, mengaitkan kekurangan penjualan dengan kendala rantai pasokan. Ia menyebut kapasitas produksi baterai Blade generasi kedua belum mencukupi karena masih dalam tahap peningkatan.
"Penjualan tahun ini bergantung pada produksi baterai," ujar Wang.
Seorang staf bisnis pengisian cepat BYD mengonfirmasi kapasitas produksi telah meningkat setelah enam bulan peningkatan jalur, tetapi masih ketat.
Lonjakan Ekspor dan Pertumbuhan Merek Premium
Meskipun ada hambatan domestik, strategi globalisasi dan premiumisasi BYD menunjukkan momentum. Data Asosiasi Produsen Mobil China menunjukkan BYD mengekspor 792.000 kendaraan pada paruh pertama 2026.
Angka ekspor ini melonjak 67,8% secara tahunan. Ekspor kini menyumbang hampir 44% dari total penjualan perusahaan.
Wang Chuanfu menyatakan keyakinannya bahwa perusahaan dapat melampaui target penjualan luar negeri tahunan sebesar 1,5 juta unit.
Merek premium BYD – Denza, Fang Cheng Bao, dan YangWang – juga mencatat pertumbuhan.
Penjualan gabungan merek-merek ini mencapai sekitar 228.000 unit, naik 61%, dan kini mewakili 12,6% dari total penjualan.
Posisi BYD sebagai produsen mobil China terlaris terancam. Penjualan globalnya turun selama delapan bulan berturut-turut sebelum lonjakan ekspor membalikkan tren.
Pada paruh pertama tahun ini, penjualan domestik BYD di China sekitar 1,016 juta unit.
Sementara itu, penjualan domestik Geely Auto (termasuk kendaraan bermesin pembakaran internal) mencapai sekitar 950.000 unit, memperkecil jarak secara signifikan.
