otomotif1.com

Mengapa EV 1.000 HP Tidak Selalu Menghasilkan Tenaga Maksimal

Mengapa EV 1.000 HP Tidak Selalu Menghasilkan Tenaga Maksimal
Mengapa EV 1.000 HP Tidak Selalu Menghasilkan Tenaga Maksimal

Tenaga puncak EV hanya bertahan sesaat. Faktor baterai, motor, dan pendingin membatasi output berkelanjutan. Simak penjelasannya.

Ukuran teks

Mobil listrik dengan tenaga 1.000 hp mungkin tidak selalu menghasilkan tenaga sebesar itu secara terus-menerus. Angka tersebut hanyalah puncak yang bisa dicapai dalam waktu singkat.

Menurut Auto Motor und Sport, tenaga puncak dan tenaga berkelanjutan adalah dua hal yang sangat berbeda.

>>> SIMPATI Hyper 5G Dukung Penuh Kejurnas Drag Race Yogyakarta

Baterai, motor, inverter, dan sistem pendingin menentukan berapa lama tenaga maksimum bisa bertahan.

Contohnya, Porsche Taycan Turbo GT memiliki tenaga normal 778 hp, tetapi dengan Launch Control bisa melonjak hingga 1.019 hp.

Mode Overboost bahkan sempat membuka 1.093 hp selama dua detik saja.

Standar Pengukuran Tenaga EV

Porsche menyebut angka tenaga Taycan ditentukan menggunakan UN Global Technical Regulation No. 21 (GTR 21). Standar ini menetapkan metode pengukuran tenaga sistem gabungan untuk kendaraan elektrifikasi.

GTR 21 berguna untuk mobil dengan banyak motor karena tenaga total tidak bisa sekadar menjumlahkan tenaga maksimum masing-masing motor.

Namun, tenaga sistem GTR 21 bukanlah tenaga berkelanjutan.

>>> Toyota Land Cruiser 300 2027 Hadir di Jepang, Mesin Bensin Diganti Hybrid

Motor listrik bisa menyerap arus besar dan menghasilkan tenaga luar biasa dalam waktu singkat, tetapi panas menjadi pembatas utama.

Suhu baterai, tingkat pengisian, inverter, motor, dan pendingin juga berpengaruh.

Ada juga UN Regulation 85 (ECE R85) yang mengukur tenaga maksimum 30 menit dari drivetrain listrik. Angka ini menunjukkan output rata-rata yang bisa dipertahankan selama setengah jam.

Halaman 1 dari 2: 1 2

Update Terbaru

Lihat semua