otomotif1.com

Mengapa EV 1.000 HP Tidak Selalu Menghasilkan Tenaga Maksimal

Mengapa EV 1.000 HP Tidak Selalu Menghasilkan Tenaga Maksimal
Mengapa EV 1.000 HP Tidak Selalu Menghasilkan Tenaga Maksimal

Tenaga puncak EV hanya bertahan sesaat. Faktor baterai, motor, dan pendingin membatasi output berkelanjutan. Simak penjelasannya.

Ukuran teks

Untuk Taycan Turbo GT, angka ECE R85 hanya 220 hp, sedangkan Hyundai Ioniq 5 N yang diklaim 641 hp tercatat 213 hp.

Angka ini yang muncul di dokumen registrasi Jerman.

Meski begitu, EV tidak akan tiba-tiba menjadi lamban setelah 30 menit. Pengukuran ini adalah standar regulasi, bukan prediksi pasti perilaku mobil di jalan.

>>> Xpeng Mona L05 Terlihat di China Jelang Peluncuran Global

Output berkelanjutan di dunia nyata bervariasi tergantung kecepatan, suhu lingkungan, tingkat baterai, dan manajemen termal.

Perbandingan dengan Mobil Bensin

Mobil bensin juga pernah bermain dengan angka tenaga.

Ford Fiesta ST generasi 2010-an memiliki tenaga 180 hp di Eropa, tetapi 197 hp di AS, padahal mesinnya sama.

Perbedaan itu karena Ford diizinkan mengiklankan angka overboost di AS, tetapi tidak di Eropa. Jadi, fenomena tenaga sementara bukan hal baru.

Bagi sebagian besar pengemudi, tenaga puncak adalah yang paling terasa, terutama saat akselerasi atau menyalip. Namun, tenaga berkelanjutan lebih relevan untuk perjalanan jauh atau menarik beban berat.

Pada akhirnya, tenaga puncak yang besar hanya bertahan sesaat, dan dalam berkendara normal, kita mungkin hanya menggunakan sekitar 30 hp.

>>> Regulator China Soroti Geely EX2 dan BYD Qin L: Jarak Sumbu Roda dan Konsumsi BBM

Ini menunjukkan betapa sia-sianya perang tenaga.

Halaman 2 dari 2: 1 2

Update Terbaru

Lihat semua