Volkswagen akan kehilangan posisinya di indeks Euro Stoxx 50, digantikan Nokia. Namun, masalah terbesar VW adalah rencana restrukturisasi yang bisa memangkas hingga 100.000 pekerjaan.
Selain penutupan pabrik, VW juga berencana memangkas kapasitas produksi tahunan dari 12 juta kendaraan menjadi 9 juta. Jumlah varian model juga akan dikurangi.
CEO Oliver Blume dilaporkan telah memberi tahu karyawan pada Agustus bahwa 25.000 posisi tambahan harus dihilangkan di Jerman.
Sebelumnya, VW sudah setuju untuk menghilangkan 50.000 pekerjaan di Volkswagen, Audi, dan Porsche.
Jika ditambah 25.000 pekerjaan di luar negeri, total PHK bisa mencapai 100.000 orang.
Tekanan datang dari lemahnya pasar China, persaingan ketat dari merek China di Eropa, dan tarif AS.
Sementara VW berdebat internal tentang seberapa besar harus mengecil, bursa saham Eropa telah melakukan penyesuaian. VW akan dikeluarkan dari Euro Stoxx 50 pada 21 September, digantikan Nokia.
Dengan keluarnya VW, hanya BMW, Mercedes-Benz, dan Ferrari yang tersisa sebagai produsen mobil di indeks tersebut.
Saham VW memang sedang tertekan akibat masalah restrukturisasi, transisi ke kendaraan listrik, dan persaingan ketat dari China.
Meski kehilangan posisi di indeks bukan masalah terbesar VW, hal itu tetap menjadi pukulan simbolis. Stellantis juga mengalami nasib serupa tahun lalu.
