Studi IIHS mengungkap data telematika mendeteksi aktivitas ponsel pada 7-8 persen kecelakaan, jauh lebih tinggi dari catatan polisi yang kurang dari 1 persen.
CMT menyatakan tidak menjual data mengemudi. Namun, teknologi yang mendasarinya dapat merekam lokasi, pergerakan, mendeteksi kecelakaan, dan mengetahui aktivitas ponsel sebelum kejadian.
Dalam program asuransi, CMT mengatakan bahwa perusahaan asuransi yang menawarkan program tersebut umumnya menjadi pengontrol data.
Kebijakan privasi CMT juga mengizinkan pengungkapan informasi pribadi jika diwajibkan oleh hukum atau proses hukum.
Meski polisi tidak bisa serta-merta meminta riwayat mengemudi tanpa otoritas hukum yang sesuai, studi ini menunjukkan bahwa telematika dapat memberikan gambaran yang jauh lebih baik tentang mengemudi sambil teralihkan.
Di sisi lain, data ini menciptakan catatan yang sangat rinci tentang apa yang dilakukan pengemudi sebelum terjadi masalah.
Apakah diskon asuransi sebanding dengan catatan tersebut? Pengemudi mungkin perlu berpikir dua kali sebelum menekan tombol 'Setuju'.
