otomotif1.com

Asisten AI Mobil Ramah demi Jualan Langganan, Target Pendapatan GM Capai Rp 170 Triliun

Asisten AI di dalam mobil
Asisten AI Mobil Ramah demi Jualan Langganan, Target Pendapatan GM Capai Rp 170 Triliun

Produsen mobil memanfaatkan asisten AI yang ramah untuk mendorong penjualan layanan dan langganan. GM menargetkan pendapatan hingga Rp 170 triliun dari software dan langganan tahun ini.

Ukuran teks

Asisten AI di dalam mobil tidak hanya dibuat untuk kenyamanan, tetapi juga menjadi saluran penjualan layanan dan langganan bagi produsen.

General Motors (GM) memperkirakan pendapatan dari software dan langganan bisa mencapai 10,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 170 triliun pada tahun ini.

Dengan model AI, asisten suara di dalam kendaraan menjadi lebih intuitif dan mampu memberi rekomendasi berdasarkan data pengemudi dan kendaraan.

Contohnya, asisten dapat menyarankan jadwal perawatan atau mengingatkan pengemudi untuk berhenti membeli kopi.

GM Kembangkan AI Sendiri

GM baru saja memperkenalkan asisten Gemini dari Google dan tengah mengembangkan sistem AI internal.

Asisten buatan sendiri ini dirancang untuk bekerja mulus di kendaraan GM dan mengantisipasi kebutuhan pengemudi.

Menurut Paul Waatti dari AutoPacific, asisten otomotif yang terintegrasi dengan baik dapat mengetahui kondisi kendaraan, tekanan ban, rute, hingga status Super Cruise.

Sementara itu, Stephanie Brinley dari Mobility Global menilai asisten AI bisa menjadi faktor pembeda dalam keputusan pembelian mobil dalam dekade mendatang.

Ia juga percaya semakin ramah asisten tersebut, semakin sering digunakan, dan semakin terbuka pengguna membeli layanan yang ditawarkan.

"Akar dari ini adalah mencoba menciptakan layanan yang akan dibeli pelanggan," ujar Brinley.

Dengan kemudahan dan keramahan, asumsi bahwa orang akan lebih sering menggunakannya mungkin akurat.

Update Terbaru

Lihat semua