Gadis tersebut tidak tinggal bersama ayah atau ibunya, melainkan ia tinggal dan diasuh oleh bibinya. Gadis berusia 16 tahun tersebut menjelaskan bahwa ibunya masih menyimpan uang 400 ribu baht yang seharusnya diberikan kepadanya.
Pada awalnya, ibunya hanya memberikan 100 ribu baht kepada gadis tersebut.
Gadis tersebut telah menghabiskan seluruh uang tersebut untuk biaya sekolah dan membeli sepeda motor baru untuk mobilitas sehari-hari.
Namun, ia menyadari bahwa ia membutuhkan lebih banyak uang, tidak hanya untuk biaya sekolah, tetapi juga untuk kebutuhan sehari-hari.
Gadis tersebut menghubungi ibunya untuk meminta uang tersebut, tetapi ibunya menolak dengan alasan bahwa ia akan menunggu hingga gadis tersebut mencapai usia 20 tahun.
Sementara itu, gadis tersebut harus membantu bibinya berhemat untuk biaya sekolahnya dan bahkan harus makan mie instan setiap hari.
Setiap kali gadis tersebut mencoba berbicara dengan ibunya tentang uang tersebut, selalu terjadi perdebatan sengit.
Oleh karena itu, gadis tersebut meminta bantuan kantor berita Channel 3 untuk mempublikasikan apa yang dialaminya agar diberitakan oleh media.
Ini bukan kali pertama seorang remaja penyandang disabilitas mendatangi kantor berita untuk meminta bantuan.
Sebelumnya, gadis tersebut telah memberi tahu media tentang situasinya pada awal bulan Januari 2023.
Saat itu, ibunya menjelaskan bahwa ia tidak menggunakan uang tersebut untuk keperluan pribadi, melainkan menyimpannya untuk investasi anaknya di masa depan.
Ibu tersebut menyatakan bahwa anaknya marah karena tidak diizinkan untuk menggunakan uangnya, sementara anaknya berniat menghabiskannya untuk membeli ponsel baru dan sepeda motor Honda PCX yang harganya lebih dari 100 ribu baht.
Hingga saat pengaduan terakhir oleh gadis tersebut, ibunya belum memberikan klarifikasi tentang kejadian ini.
