OTOMOTIF1.com

Kenali Jenis-Jenis Baterai Kedaraan Listrik

Kenali Jenis-Jenis Baterai Kedaraan Listrik
Ukuran teks

4. Ultracapacitor

Baterai ultracapacitor menyimpan cairan terpolarisasi antara elektroda dan elektrolit, berbeda dengan baterai konvensional. Semakin luas permukaan cairannya, semakin besar kapasitas penyimpanan energinya.

Seperti baterai SLA, ultracapacitor cocok sebagai perangkat penyimpanan sekunder dalam
kendaraan listrik. Ini membantu meningkatkan kinerja baterai elektrokimia dan memberikan
daya ekstra selama akselerasi serta pengereman regeneratif.

5. ZEBRA (Zero Emissions Batteries Research Activity)

Baterai ZEBRA, varian suhu rendah dari sodium-sulfur (NaS), dikembangkan khusus untuk
mobil listrik. Menggunakan NaAlCl4 dengan elektrolit keramik Na+-beta-alumina, baterai ini
memiliki sel daya tinggi dan beroperasi pada suhu tinggi.
Kelebihan ZEBRA meliputi kepadatan energi tinggi, sel besar, siklus hidup panjang, toleransi
terhadap korsleting, keamanan yang lebih baik daripada sodium sulfur, dan biaya produksi
rendah.

Namun, ada kekurangan seperti cocok hanya untuk kapasitas besar, rentang ukuran terbatas,
produksi terbatas, resistensi internal tinggi, dan suhu operasi yang tinggi.

6. Solid-state

Baterai solid-state menggantikan elektrolit cair dengan elektrolit padat, seperti gelas, keramik,
atau bahan lainnya. Meskipun bukan teknologi baru, penggunaannya dalam mobil listrik baru-
baru ini.
Baterai ini telah digunakan pada perangkat kecil selama bertahun-tahun dan, pada kapasitas
yang sama dengan baterai lithium-ion, memiliki kapasitas yang jauh lebih besar. Penggunaan
elektrolit padat juga membantu mengurangi ukuran jejak baterai mobil listrik.

Itulah jenis-jenis baterai mobil hybrid yang penting Anda ketahui sebelum memilikinya. Selain
memastikan memilih jenis baterai tepat, pastikan Anda juga melengkapi kendaraan non-BBM
dengan asuransi mobil.

Seperti kendaraan BBM, mobil hybrid juga terdiri dari dua jenis asuransi yang akan mengcover.
Yaitu, asuransi mobil All Risk atau asuransi komprehensif dan Total Loss Only (TLO).

Proteksi komprehensif menanggung semua jenis kerusakan kecil hingga total seperti benturan,
tabrakan, penyok, baret, pencurian, terperosok dan lainnya. Sementara asuransi TLO hanya
menanggung risiko rusak total atau nilai perbaikan mencapai 75% atau lebih dari harga
kendaraan, yaitu tindak pencurian, terperosok, kemasukan air, atau mobil hilang.

 

 

Halaman 3 dari 3: 1 2 3

Update Terbaru

Lihat semua