Pameran Baterai Internasional China (CIBF 2026) di Shenzhen menunjukkan pergeseran fokus industri dari hype kendaraan listrik menuju penguatan manufaktur dan standardisasi global.
Pameran Baterai Internasional China (CIBF) 2026 di Shenzhen menjadi saksi pergeseran signifikan dalam industri baterai negara tersebut.
Alih-alih terpaku pada inovasi sel baterai terdepan dari raksasa seperti CATL dan BYD, fokus utama acara ini justru tertuju pada penguatan rantai pasok, peralatan manufaktur, dan rencana komersialisasi skala besar.
Acara yang berlangsung pada 13 hingga 15 Mei 2026 ini menarik lebih dari 350.000 pengunjung profesional.
Para pelaku industri kini lebih mengutamakan peningkatan produksi, jadwal pengiriman, sertifikasi, dan standardisasi manufaktur untuk pasar internasional.
Perkembangan Teknologi Baterai Solid-State
Lebih dari 200 perusahaan yang bergerak di rantai pasok baterai solid-state turut serta dalam pameran ini.
Namun, perhatian tertuju pada para pemasok peralatan manufaktur, bukan sekadar prototipe sel baterai.
Perusahaan seperti Microna, Hosong Group, dan GaoNeng ShuZao memamerkan sistem ruang kering, glovebox, peralatan dispersi, dan mesin pengolah elektroda kering yang dirancang untuk lini produksi elektrolit sulfida dan halida.
Perkembangan ini sejalan dengan upaya berbagai perusahaan untuk mencapai arsitektur baterai semi-solid dan solid-liquid dengan densitas energi kelas 400 Wh/kg.
Gotion High-Tech menampilkan paket baterai 161 kWh, sementara Weilan dan China National Battery mempresentasikan sel sampel 400 Wh/kg yang ditujukan untuk robotika, pesawat terbang ketinggian rendah, dan aplikasi mobilitas khusus.
Para pemasok elektrolit, termasuk Langu, Youyan Guangdong, Kunlun, dan Jiuwu Hi-Tech, menunjukkan pengembangan paralel yang melibatkan sistem oksida, sulfida, dan halida, menandakan tidak adanya satu jalur kimia dominan.
Salah satu startup yang menarik perhatian adalah Pure Lithium New Energy, yang baru-baru ini mendemonstrasikan baterai solid-state yang tetap beroperasi setelah uji pemotongan dan mengumumkan rencana kapasitas produksi 500 MWh.
Standardisasi Sistem Penyimpanan Energi Dipercepat
Meskipun produk baterai EV unggulan dari CATL dan BYD relatif familiar, persaingan komersial terkuat di CIBF berpusat pada sistem penyimpanan energi (ESS).
Industri semakin mengarah pada sel ESS berformat besar 587Ah dan 588Ah.
CATL dan Haisen mendorong produk 587Ah untuk pengiriman skala besar, sementara CALB, Rept Battero, dan Sunwoda menyelaraskan platform 588Ah yang direncanakan untuk implementasi tahun 2026.
BYD juga memperluas pengiriman sel baterai ESS Blade 2.710Ah untuk proyek jaringan skala utilitas.
Beberapa perusahaan menengah menarik perhatian dengan pendekatan teknis alternatif.
Changzhou Changsheng mempromosikan desain baterai silindris all-tabs, sementara Zhongqi Xinneng menampilkan sel silindris besar yang mengintegrasikan material kaya litium-mangan.
Analisis pembongkaran baterai BYD Blade yang diterbitkan setelah pameran menyoroti bagaimana perusahaan baterai China semakin menggunakan demonstrasi daya tahan publik sebagai alat pemasaran industri.
Pembongkaran tersebut mengungkapkan paket baterai 170 sel setelah uji pembekuan 40 jam, sementara tim pembongkar kemudian membela proses pembongkaran delapan jam mereka di tengah kritik daring.
Baterai Ion-Sodium Menuju Niche Praktis
Perusahaan baterai ion-sodium mengadopsi sikap komersial yang lebih tertahan dibandingkan siklus industri sebelumnya.
Alih-alih bersaing langsung dengan baterai litium iron phosphate, perusahaan seperti CATL, Pengwei, dan Na-Bat Group fokus pada kendaraan roda dua, sistem starter-lighting-ignition, dan aplikasi energi skala kecil, dengan tingkat kepadatan energi yang umumnya stabil di atas 100 Wh/kg.
Pada saat yang sama, pemasok nanotube karbon berkembang pesat seiring berlanjutnya pengembangan pengisian daya ultra-cepat di sektor EV China.
Menurut data instalasi baterai terbaru dari China EV DataTracker pada April 2026, CATL tetap menjadi pemasok baterai EV terbesar di China dengan 29,06 GWh terpasang dan pangsa pasar 47,2%.
BYD menempati peringkat kedua dengan 10,49 GWh dan pangsa 17,1%.
Gotion High-Tech, CALB, Eve Energy, Rept Battero, Zenergy, Energee, Sunwoda, dan Svolt Energy melengkapi sepuluh peringkat teratas untuk periode yang dilaporkan.
Pesan utama dari CIBF 2026 bukanlah tentang satu terobosan kimia baterai, melainkan tentang infrastruktur manufaktur.
Sementara produsen mobil luar negeri dan konsorsium terus mengevaluasi jalur baterai solid-state jangka panjang, pemasok China sudah mengkomersialkan alat produksi, lini percontohan, dan sistem industri yang siap patuh untuk membangunnya dalam skala besar.
