California meluncurkan jalan tol pintar pertama sepanjang 8 mil di I-15. Sistem algoritma dan sensor mengatur lampu rambu serta kecepatan kendaraan untuk mengurangi kemacetan.
California resmi menguji coba jalan tol pintar pertama di negara bagian tersebut. Proyek ini menggunakan algoritma dan sensor untuk mengatur lalu lintas, bukan kecerdasan buatan.
Terletak di sepanjang Interstate 15 sepanjang 8 mil antara Temecula dan Murrieta, proyek percontohan senilai $33 juta ini bertujuan mengurangi kemacetan tanpa perlu memperlebar jalan.
Mengatur Lalu Lintas dengan Algoritma
Sistem ini menggunakan sensor untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time. Algoritma kemudian menentukan berapa banyak kendaraan yang boleh masuk ke jalan tol dan kapan waktunya.
Lampu rambu di tiga pintu masuk—Temecula Parkway, Rancho California Road, dan Winchester Road—bekerja secara terkoordinasi.
Papan digital juga menampilkan kecepatan yang disarankan untuk memperlancar arus lalu lintas.
Menurut pejabat setempat, pengemudi mungkin harus menunggu hingga empat menit di rambu sebelum diizinkan bergabung.
Namun, waktu tunggu yang lebih lama ini diyakini dapat mengurangi total waktu perjalanan hingga 20 persen atau lebih.
Proyek ini diluncurkan pada 1 Juni dan menargetkan salah satu jalan paling padat di California Selatan.
Dalam kondisi ideal, perjalanan di ruas tersebut hanya memakan waktu kurang dari 10 menit, tetapi pada jam sibuk bisa mencapai 25 hingga 45 menit.
Juru bicara Riverside County Transportation Commission (RCTC), David Knudsen, menegaskan bahwa sistem ini bukanlah kecerdasan buatan.
"Yang dimaksud adalah menciptakan arus lalu lintas yang konsisten, dan koordinasi lampu rambu di tiga pintu masuk akan membantu mewujudkannya," ujarnya.
Proyek percontohan ini dijadwalkan berjalan selama dua tahun.
Jika berhasil, RCTC akan bekerja sama dengan Caltrans untuk memperluas sistem ke lokasi lain di Riverside County dan mungkin ke daerah lain di California.
Sistem serupa telah diterapkan di Denver dan berhasil memangkas waktu perjalanan sekitar 20 persen.
Di Australia, teknologi yang lebih maju bahkan menunjukkan penurunan waktu tempuh hingga 35-65 persen, tergantung koridor yang digunakan.
