otomotif1.com

Diskon Range Rover Evoque L di China Capai 60%, Harga Turun Jadi Rp 430 Juta

Range Rover Evoque L di China didiskon besar
Range Rover Evoque L di China didiskon besar

Range Rover Evoque L di China didiskon hingga 60% menjadi Rp 430 juta akibat permintaan mobil bensin ambruk. Sementara itu, JLR menambah opsi hybrid pada baby Defender untuk pasar AS.

Ukuran teks

Diskon besar-besaran terjadi pada Range Rover Evoque L buatan lokal di China. Harga SUV premium itu turun hingga 60% dari harga resmi.

Menurut laporan media China Jiemian, Evoque L dijual hanya 179.800 yuan atau sekitar Rp 430 juta.

Padahal harga resminya mencapai 429.800 yuan atau setara Rp 1,03 miliar.

Diskon sebesar 250.000 yuan atau Rp 600 juta itu menunjukkan betapa sulitnya pasar mobil bensin di China saat ini.

Mobil Bensin Kehilangan Nilai di China

Fenomena ini tidak hanya terjadi pada Evoque. Data China Passenger Car Association menunjukkan diskon rata-rata mobil bensin naik tajam pada Januari-Mei 2026.

Rata-rata diskon mencapai 33.000 yuan atau Rp 79 juta per unit, hampir dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya 17.000 yuan.

Sementara itu, mobil listrik dan plug-in hybrid justru lebih stabil harganya. Ini mencerminkan pergeseran preferensi konsumen China ke kendaraan listrik.

Di pasar mobil bekas, nilai jual kembali mobil bensin anjlok. Pada Mei 2026, harga transaksi mobil bensin baru turun 19% secara tahunan.

Mobil bekas usia tiga tahun kini hanya bernilai 38% dari harga barunya, turun drastis dari 60% pada 2023.

Kondisi ini membuat pembeli semakin ragu membeli mobil bensin baru karena khawatir nilainya cepat terkikis.

Sementara itu, di Amerika Serikat, situasinya berbeda. JLR mengumumkan akan menambahkan opsi hybrid pada baby Defender yang semula direncanakan hanya sebagai mobil listrik.

Keputusan itu dipengaruhi oleh lemahnya permintaan mobil listrik di AS, yang kini menjadi pasar terbesar JLR.

Dua kondisi kontras ini menunjukkan tantangan besar bagi produsen global.

Terlalu banyak produksi mobil listrik berisiko kehilangan penjualan di AS, sementara terlalu banyak mobil bensin bisa berujung diskon besar di China.

Update Terbaru

Lihat semua